Close
 
Minggu, 19 April 2026   |   Isnain, 2 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 6.074
Kemarin : 26.672
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

21 maret 2012 07:17

Seminar Internasional Melayu Raya 2012

Seminar Internasional Melayu Raya 2012

Melayuonline, Yogyakarta – Sekitar 200 sastrawan dan penulis dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand berkumpul di Padang dalam acara Seminar Internasional Budaya Nusantara Melayu Raya pada (17/03). Tema utama dalam seminar tersebut membicarakan seputar identitas kultural dan dinamika multikultural.

Seminar Internasional Budaya Nusantara Melayu Raya digelar berkat kerjasama antara Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Sumatera Barat dengan Pemerintah Kota Padang. Acara ini menjadi satu rangkaian dalam kegiatan Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya yang telah berlangsung antara tanggal 16-18 Maret 2012.

Puluhan pemakalah tampil sebagai pembicara dalam acara yang mendiskusikan tentang sastra, budaya, dan sejarah Melayu Nusantara ini. Setiap pokok bahasan tersebut memiliki tema masing-masing. Kategori sastra mengangkat tema "Sastra Melayu dan Identitas Kultural", kategori budaya bertemakan "Merakit Benang Merah Melayu: Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand Selatan", sedangkan kategori sejarah mengangkat tema "Menelusuri Sejarah Rumpun Melayu di Asia Tenggara".

Seminar ini digelar di dua tempat, yaitu di aula Museum Adityawarman di jalan P. Diponegoro No. 10 Kota Padang dan Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat di jalan P. Diponegoro 31, Belakang Tangsi, Kota Padang. Para peserta seminar yang terdiri dari dosen, guru, mahasiswa, dan masyarakat umum pemerhati sastra sangat antusias menyambut dan mengikuti acara ini.

Berdasarkan catatan panitia, para peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain dari Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB,  NTT, dan lain-lain. Tak ketinggalan, terdapat juga para peserta yang berasal dari mancanegara, seperti dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Dalam kesempatan ini, para pemakalah yang berasal dari beberapa negara memaparkan kertas kerjanya. Pemakalah dari Indonesia diwakili oleh Prof. Dr. Mestika Zed, M.A.; Prof. Dr. Nursyirwan Efendi; Prof. Dr. Eka Budianta; Dr. Lindayanti, M. Hum. (Unand), dan Jumhari S.S. (BPSNT Padang). Dari Malaysia, antara lain Prof. Dr. Ahmad Kamal Abdullah, Prof. Madya Dr. Fauzi bin Deraman; Jannatul Husna bin Nuar, M.A.; Prof. Madya Dr. Fauzi bin Deraman; Dr. Siti Fatimah, M. Pd., M. Hum.; Dasman Djamaluddin S.H., M.Hum.; dan Parlindungan Simbolon (Universiti Malaya). Sedangkan dari Thailand diwakili oleh Nik Abdul Rakib bin Nik Hassan.

Khusus kategori budaya menampilkan pemakalah dari Indonesia dan Malaysia, di antaranya Dr. Zusmelia, M. Si.; Dr. Zusmelia, M. Si.,; Dr. Sri Hartiningsih, M.M.; Dra. Zusneli Zubir, M. Hum.; Dasrizal; Rinel Fitlayeni; Marleni; Refni Yulia, S.S., M. Hum.; Elvawati; Adiyalmon, S. Ag., M. Pd.; Undri, S.S., M.Si.; Silvia Devi, S. Sos.; Indrani Dewi Anggraini; Ka'bati; Witriato, S.S., M. Hum., M.Si; Dr. Maihasni; Fazilah Husein, Ph.D.; dan Nurdilla Zaini, M.A. Sedangkan untuk pemakalah kategori sastra, di antaranya: Dr. A. Halim Ali; Prof. Dr. Agustina, M. Hum.; Irwan Abu Bakar; Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M. Si.; Viddy AD Daery; Dr. Victor A. Pogadaev; dan Syamsurizal.

Seminar dan Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya yang pertama kali digelar di Indonesia ini sangat penting artinya bagi negara-negara rumpun Melayu untuk bersama-sama menjalin kesepahaman tentang identitas Melayu. Edi Hasymi, ketua panitia yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, mengungkapkan, "event ini merupakan salah satu upaya untuk mengkaji ulang dan menyatukan persepsi semua sastrawan Melayu, agar Melayu tidak hilang di bumi tertindas arus modernisasi."

Dalam seminar sastra, budaya, dan sejarah ini juga ditampilkan berbagai pentas seni dan budaya dari beberapa negara peserta. Pertunjukkan tersebut, antara lain baca puisi, peluncuran buku sastra, dan wakaf buku sastra Melayu dari para sastrawan yang terlibat dalam acara ini. (Agus Najib Afwan/Brt/01/03-2012)

Foto: http://numeraindonesia.blogspot.com


Dibaca : 1.439 kali.

Tuliskan komentar Anda !