Close
 
Kamis, 28 Agustus 2014   |   Jum'ah, 2 Dzulqaidah 1435 H
Pengunjung Online : 810
Hari ini : 5.466
Kemarin : 20.985
Minggu kemarin : 137.461
Bulan kemarin : 420.919
Anda pengunjung ke 97.064.686
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

28 mei 2012 08:47

Festival Budaya Masyarakat Sunda di Pasir Impun

Festival Budaya Masyarakat Sunda di Pasir Impun

Bandung - Sejumlah kesenian tradisional khas dari kampung adat yang ada di Jawa Barat dan Banten, dipentaskan pada Festival Budaya Masyarakat Adat Tatar Sunda di Ekowisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kabupaten Bandung, Senin (28/5/2012) ini.

"Kegiatan ini sebagai ajang kumpul bareng dan silaturahim kampung adat. Sambutan dari mereka luar biasa," kata Duta Sawala Baresan Olot Tatar Sunda (BOTS), Eka Santosa.

Kegiatan yang digelar di kawasan pegunungan di kawasan utara Bandung Raya itu, dikemas untuk menghadirkan 14 kampung adat Sunda, termasuk Banten, dalam satu ajang.

Sejumlah kesenian khas kampung adat yang akan ditampilkan adalah kesenian tradisional Laes, Jipeng, Tutunggulan, Gambyung, Kidung Puji Alam, Tari Buyng, Terbang, Karinding dan Gondang, Tembang Sunda, Bangreng, Dog-dog lojor, Beluk, Ronggeng Gunung, dan Tarawangsa.

Warga Pasir Impun sebagai tuan rumah juga akan unjuk gigi dengan kesenian yang berkembang di daerah itu reog, kuda renggong, dan kendang pencak.

Selain itu, kegiatan lainnya yang akan digelar adalah diskusi, permainan "baheula" (tradisional), menggambar, mewarnai dan juga pentas wayang golek.

"Peserta dan pengunjung terbuka untuk semua umur. Mereka bisa menikmati festival budaya ini yang juga sebagai upaya pewarisan budaya Sunda kepada generasi muda," kata Eka Santosa.

Sementara itu Ketua Panitia Festival Budaya Masyarakat Adat Sunda, Carnan M, mengatakan bahwa pihaknya mengumpulkan 14 perwakilan kampung adat di Jabar dan Banten bukan hal yang mudah. Namun dia mengapresiasi, karena ternyata masing-masing antusias dan mengirimkan dutanya ke festival itu.

"Setiap kampung adat punya keunikan dan karakter yang berbeda-beda. Namun semangatnya sama, yakni untuk mempertahankan adat istiadat peninggalkan leluhurnya kepada generasi mereka sehingga tetap lestari," kata Carnan.

Kawasan Eko Wisata Budaya Alam Santosa terletak di kawasan pegunungan di Pasirimpun di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Di lokasi itu dibangun Bale Gede dengan arsitektur julang ngapak, serta terdapat beberapa bangunan dengan arsitektur Tagog yang khas di Tatar Parahyangan.

Sumber: http://regional.kompas.com
Dibaca : 762 kali.

Tuliskan komentar Anda !