Close
 
Kamis, 11 Juni 2026   |   Jum'ah, 25 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 261
Hari ini : 7.925
Kemarin : 58.870
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

17 sepember 2012 03:43

Pesta Anak Pantai Lestarikan Budaya Melayu

Pesta Anak Pantai Lestarikan Budaya Melayu

Batam, Kepri - Pesta Anak Pantai yang diselenggarakan di sekitar pantai dan perairan Tanjung Riau, Sabtu, digelar untuk melestarikan budaya Melayu khas pesisir yang nyaris punah.

Berbagai permainan tradisional Melayu diselenggarakan di tepi pantai hingga tengah laut di kampung tua seperti joged dantung, caci, gebuk bantal di atas laut, panjat pinang di atas laut, lomba perahu kolek dan panjat pisang.

"Banyak permainan rakyat Melayu yang sudah hampir punah, maka di sini kami upayakan agar dilestarikan," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan.

Dalam acara yang sejatinya untuk merayakan HUT RI itu, Wali Kota dan pejabat pemerintah kota bergantian berjoged Melayu bersama tetua kampung dan anak gadis Tanjung Riau.

Dengan spontan, Wali Kota juga mengadakan lomba joged Melayu khusus perempuan-perempuan tua di kampung itu.

Selain joget, Pesta Anak Pantai yang diadakan setahun sekali juga dimeriahkan lomba pacu sampan kolek.

Sampan kolek merupakan perahu layar berwarna-warni dengan berbagai ukuran, mulai dari untuk penumpang tiga hingga sembilan orang.

Sampan dengan warna-warna terang itu meliuk mengikuti alur yang ditentukan panitia menggunakan layar.

Di pinggir pelantar, tiga batang pohon pinang berdiri di atas laut. Bila pemain jatuh, maka langsung tercebur ke laut sedalam sekitar dua meter. "Inilah khas anak pantai, semuanya di laut," kata dia.

Selain pinang atas laut, gebuk bantal juga dilaksanakan di atas air laut. Agak berbeda dengan daerah lain, di Tanjung Riau ada lomba panjat pisang. Gedebong pohong pisang besar didirikan dengan penguat kayu di dalamnya. Sama seperti lomba panjat pinang, peserta diwajibkan memanjat hingga atas untuk mengambil bendera bernomor untuk menentukan hadiahnya.

Sementara di tepi pantai, ada anjungan khusus dengan bilik warna-warni khas Melayu. Di bilik itu, lima penari joged siap menemani tamu untuk menari Melayu.

Para penari berpakaian sopan siap menemani dan menerima saweran.

Camat Sekupang, Hendriana mengatakan acara yang dihadiri ribuan warga Batam merupakan acara tahunan untuk memperingati HUT RI sekaligus halal bi halal warga kota.

Sumber: http://oase.kompas.com
Foto: http://keprifoto.com


Dibaca : 2.322 kali.

Tuliskan komentar Anda !