Close
 
Selasa, 5 Mei 2026   |   Arbia', 18 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 992
Hari ini : 22.188
Kemarin : 26.680
Minggu kemarin : 192.091
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

27 sepember 2012 02:03

Lestarikan Budaya Lewat Lomba Cerita

Lestarikan Budaya Lewat Lomba Cerita
Seorang peserta bercerita bahasa Banjar tampil di depan dewan juri

Barabai, Kalsel - Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, menggelar lomba bercerita menggunakan bahasa Banjar untuk tingkat SMP dan SMA sederajat, sebagai upaya melestarikan budaya lokal, pada 25 September 2012.

Kepala Seksi Pengembangan Perpustakaan dan Arsip Daerah Zainurrahmi, Rabu, mengatakan, salah satu tujuan lomba tersebut untuk  menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca melalui berbagai bahan bacaan.

Lomba bercerita ini di ikuti sekitar 48 peserta, terdiri dari 30 peserta dari siswa SMP dan 18 peserta dari siswa SMA sederajat di 13 kecamatan di Hulu Sngai Tengah. "Satu orang peserta mewakili sekolahnya masing-masing," jelasnya.

Tujuan lainnya, untuk menanamkan cinta kebudayaan daerah, menarik minat baca anak melalui buku cerita lokal budaya daerah dan meningkatkan rasa kecintaan terhadap bahasa daerah.

Zainurrahmi mengungkapkan, saat ini pemerintah sedang menghadapi problema rendahnya minat baca dalam mencerdasakan anak bangsa, khususnya dikalangan siswa dan siswi SMP dan SMA. "Maka perlu diberikan stimulant untuk menumbuhkembangkan kebiasaan dan gemar membaca," paparnya.

Zainurrahmi mengatakan, kriteria penilaian diantaranya, penampilan peserta, teknik bercerita, penguasaan materi, dan kemampuannya (skill) dalam bercerita.

Juri akan menilai penampilannya dimana peserta harus mempunyai rasa percaya diri dan meyakinkan.

Teknik bercerita para peserta akan dinilai volume suaranya, artikulasi, diksi, tempo dan penguasaan panggungnya, sedangkan penguasaan materi para peserta di tuntut untuk menguasai isi cerita, penghayatan, improvisasi, dan imajinasi yang terintegrasi dengan cerita.

Peserta lomba bercerita tingkat SMP sederajat akan membawakan cerita yang berjudul "Si Utuh Cangkal Manuntut Ilmu".

Sedangkan peserta tingkat SMA akan membawakan kisah dengan judul  ¿Iwak Baung Jadi Raja Sinding Alam¿ dengan juri sebanyak tiga orang yang diminta dari Dinas Pariwisata, Guru SMP bidang bahasa Indonesia dan dari Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Hulu Sungai Tengah.

Sumber: http://oase.kompas.com
Foto: http://kalsel.antaranews.com


Dibaca : 1.506 kali.

Tuliskan komentar Anda !