Close
 
Minggu, 26 April 2026   |   Isnain, 9 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 621
Hari ini : 12.670
Kemarin : 23.172
Minggu kemarin : 7.342.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

09 oktober 2012 06:28

Kemah Budaya: Pramuka Harus Jadi Generasi Berkarakter

Kemah Budaya: Pramuka Harus Jadi Generasi Berkarakter

Jakarta - Sebanyak 700 pramuka penggalang dari 33 provinsi se-Indonesia akan mengikuti "Kemah Budaya Nasional" yang akan digelar pada 11-18 November 2012 di Kabupaten Poliwalimandar, Sulawesi Barat. Melalui kegiatan itu diharapkan terjadi proses persemaian budaya dan penanaman wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda.

"Pramuka bisa menjadi mediator pembentukan karakter bangsa dengan menanamkan nilai positif dan keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia," kata Wiendu Nuryanti, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (5/10).

Turut mendampingi Direktur Sejarah dan Nilai Budaya, Enjat Djaenuderajat, Bupati Polewalimandar, Andi Ali Baal Masdar, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, Jamil dan Sekjen Kwarnas Pramuka, Joeyaningsih.

Wiendu menjelaskan, kegiatan inti Kemah Budaya Nasional meliputi permainan tradisional, kreativitas tangan, gelar kesenian berupa drama, teater yang bertemakan karakter bangsa. Selain itu, digelar pula lomba kuliner tradisional, pembacaan cerita rakyat atau mendongeng, dan napak tilas.

"Saat kembali ke daerahnya, para siswa diharapkan bisa berproses mengolah kekayaan budaya untuk kepentingan pengembangan budayanya menjadi lebih luas lagi," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Polewalimandar, Andi Ali Masdar mengatakan, kegiatan Kemah Budaya ini sekaligus menjadi momentum untuk pencanangan program kembali ke sekolah bagi sekitar 2.000 anak putus sekolah.

"Saat ini ada 200 anak putus sekolah yang ikut Kemah Budaya. Melalui kegiatan itu, anak putus sekolah diajak kembali sekolah melalui jalur pendidikan non formal seperti paket A, B dan C," ujar Andi seraya menambahkan data yang diperoleh badan anak dan kebudayaan dunia Unicef menyebutkan ada 3.700 anak putus sekolah di Indonesia.

Ditambahkan, anak putus sekolah yang diundang dalam kegiatan Kemah Budaya nanti akan diperkenalkan dengan pendidikan non formal yang waktu belajarnya lebih fleksibel. Sehingga mereka tetap bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga besarnya.

Sementara Sekjen Kwarnas Pramuka, Joeyaningsih, mengatakan kegiatan perkemahan Budaya Nasional ini merupakan event tiga tahunan. Kemah Budaya pertama kali digelar di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

"Kegiatan ini sangat positif karena para penggalang akan saling mengenali, memahami, serta mengapresiasi keanekaragaman budaya Indonesia di kalangan Pramuka," ucapnya.

ini dilakukan demi menjaga keindahan Raja Ampat.

Sumber: http://www.suarakarya-online.com
Foto: http://www.jatengprov.go.id


Dibaca : 1.180 kali.

Tuliskan komentar Anda !