Close
 
Kamis, 11 Juni 2026   |   Jum'ah, 25 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 224
Hari ini : 8.093
Kemarin : 58.870
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

10 oktober 2012 03:04

Batik dan Tenun Indonesia Pukau Publik Italia

Batik dan Tenun Indonesia Pukau Publik Italia

London - Batik dan tenun dalam busana klasik dan kontemporer karya dua perancang mode papan atas Indonesia, Chossy Latu dan Carmanita, memukau publik Italia.

Peragaan busana diselenggarakan dalam acara "Wonderful Indonesia: A Kaleidoscope of Indonesian Heritage" di Roma oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Roma dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Acara yang dihadiri sekitar 600 orang dari kalangan pejabat pemerintah, korps diplomatik, pebisnis, pengamat mode internasional, dan media massa dimaksudkan untuk memperkenalkan batik dan kain tenun Indonesia untuk menuju coutoure dan memperoleh pasar di Italia dan Eropa, demikian keterangan pers KBRI Roma yang diterima ANTARA London, Senin.

Peragaan busana ini terpadu secara unik dan harmonis dengan pergelaran budaya yang menyajikan berbagai tarian dari Bali, Betawi, Sumatera Barat, dan Jawa Barat serta "mini exhibition" yang memajang produk-produk Indonesia mulai dari handicraft sampai dengan contoh agricultural products seperti kopi dan kakao.

Suasana Indonesia pun semakin terasa kental dengan alunan musik tradisional Arumba dan Sasando serta peragaan membuat batik oleh Putri Favorit Batik Nusantara 2011, Twinda Rarasati.

Chossy Latu dan Carmanita bukan nama yang baru muncul di panggung internasional.

Pada pergelaran kali ini, Chossy Latu tetap konsisten menggunakan kain tenun dalam baju-baju rancangannya yang sengaja dibuat klasik dan simpel dan "wearable" agar dapat dipakai sehari-hari.

Sementara itu, Carmanita yang lahir di lingkungan keluarga pembatik menggelar koleksi busana batik rancangannya yang beraliran kontemporer dengan inspirasi alam.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Roma Priyo Iswanto mengatakan, masyarakat dunia perlu ikut melestarikan batik yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia dengan cara tidak harus ikut membuat batik tetapi memberikan pasar buat batik.

Dalam rangka menuju "haute coutoure" dan menembus pasar Italia dan Eropa, KBRI Roma menggandeng Sekolah Mode Koefia di Roma yang telah berumur 100 tahun untuk melambungkan batik dan tenun fashion di Italia, negara yang sering kali disebut sebagai kiblat dunia mode.

Acara ini dilaksanakan sebagai satu rangkaian acara Malam Resepsi HUT Ke-67 RI dan mengambil tempat di Hotel Sheraton Roma.

Sumber: http://oase.kompas.com
Foto: http://news.loveindonesia.com


Dibaca : 1.795 kali.

Tuliskan komentar Anda !