Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
04 desember 2012 02:09
Gelar Seni Meriahkan Opening Ceremony Dialog Budaya Melayu
Pekanbaru, MelayuOnline.Com -- Bertempat di Ballroom Hotel Premiere, Jalan Jenderal Sudirman No. 389, Pekanbaru, pada Senin (3/12) malam, Dialog Budaya Melayu secara resmi dibuka. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Said Saefuddin selaku perwakilan dari Gubernur Riau, HM Rusli Zainal yang berhalangan hadir. Sebelum gong bertalu, Said Saefuddin menyampaikan kata sambutan dari Gubernur Riau.
Dalam kata sambutan yang dibacakan oleh Said Saefuddin tersebut, HM Rusli Zainal mengutarakan tentang kemajemukan budaya Melayu. “Akar budaya Melayu adalah kemajemukan”, demikian cuplikan kata sambutan dari HM Rusli Zainal. Budaya Melayu memang dipengaruhi oleh ragam budaya lain, semisal Islam, Amerika, bahkan hingga Eropa Timur. Hal ini sangat memungkinkan karena bangsa Melayu dikenal sebagai bangsa perantau melalui perdagangan.
Kisah perantauan inilah yang kemudian membawa masing-masing budaya yang disinggahinya. Di sisi lain, pengaruh persebaran orang-orang Melayu membuat budaya yang terwakili oleh bahasa Melayu semakin popular di berbagai kalangan. Pada perkembangan kemudian, bahasa Melayu ini dipakai sebagai fondasi oleh beberapa negara sebagai bahasa nasional, misalnya Malaysia dan Indonesia.
Seusai menyampaikan kata sambutan, Said Saefuddin kemudian memukul gong sebagai tanda bahwa Dialog Budaya Melayu bertema “Revitalisasi Kearifan Budaya Melayu, Kini dan Masa Datang” resmi dibuka. Merangkai opening ceremony, beragam kesenian khas Melayu ditampilkan, mulai dari tari-tarian, permainan tradisional, hingga Makyong.
Tari Makan Sirih
Penampilan grup kesenian Makyong Kampung Baru Keke mampu membius para hadirin. Grup Makyong dari Bintan, Kepulauan Riau ini tampil penuh selama 45 menit. Dalam penampilannya, grup Makyong pimpinan M. Muchtar iniberkisah tentang Raja Megah Muda bersama permaisurinya yang bernama Sekuntum Melur.
Ragam kesenian yang tampil tersebut merupakan rangkaian hari pertama Dialog Budaya Melayu. Sebelumnya, Dialog Budaya Melayu telah dimulai dengan pemaparan beberapa pemakalah, seperti Taufik Ikram Jamil dengan makalah berjudul “Perkembangan Sastra Melayu”, Rahmah Bujang dengan makalah berjudul “Seni Panggung Teater Melayu”, serta Harun Daud dengan makalah bertajuk “Seni Pertunjukan Dalam Budaya Melayu”.
Makyong Kampung Keke
Dialog Budaya Melayu yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini berlangsung antara tanggal 3-5 Desember 2012. Selain diisi oleh pemateri dari Indonesia, dialog ini juga diisi oleh beberapa pemateri dari Negara serumpun, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Selain dialog, perhelatan ini juga diisi dengan beragam kesenian Melayu, lomba tari Melayu, fashion show, pameran, dan atraksi menarik lainnya. (Tunggul Tauladan/brt/01/12-12)