Close
 
Selasa, 26 Mei 2026   |   Arbia', 9 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.433
Hari ini : 19.679
Kemarin : 23.907
Minggu kemarin : 221.971
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

05 desember 2012 03:31

Tas Rajutan Papua Jadi Warisan Budaya Dunia

Tas Rajutan Papua Jadi Warisan Budaya Dunia

Jakarta - Tas rajutan atau anyaman multifungsi Noken kerajinan tangan rakyat Papua, masuk daftar Unesco Warisan Budaya tak Benda, yang memerlukan perlindungan mendesak.

Itu ditetapkan lembaga PBB untuk Bidang Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (Unesco), Selasa (4/12/2012).

Ketua Sidang Komite Antar-Pemerintah ke-7 untuk Perlindungan Warisan Budaya tak Benda Unesco Arley Gill dari Grenada, mengetok palu menandai secara resmi momen penetapan, yang disambut tepuk tangan dan sorak sorai 640 wakil dari 148 negara yang memadati Ruang XII di Markas Unesco.

Wakil Menteri Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Wiendu Nuryanti, menyampaikan pidato singkat, menyambut inskripksi Noken pada daftar Unesco yang bergengsi.

“Pengakuan Unesco ini akan mendorong upaya melindungi dan mengembangkan warisan budaya Noken, yang dimiliki oleh lebih dari 250 suku bangsa di Papua dan Papua Barat," kata guru besar UGM, yang kini memimpin jajaran Kebudayaan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam rilis yang diterima Tribun, Selasa.

Inskripsi Unesco, lanjutnya, bukan lah tujuan akhir, melainkan awal upaya untuk bersama-sama menggali, melindungi, dan mengembangkan warisan budaya Noken.

Titus Pekei, Ketua Lembaga Ekologi Papua dan pencetus gagasan menominasi Noken ke Unesco, ikut mendampingi Wamendikbud mewakili masyarakat Papua, yang telah memberi masukan dan mendukung nominasi Noken ke Unesco.

Ahli hukum dan lingkungan hidup lulusan UI, tampil bangga dan berwibawa di ruang siding markas Unesco, dengan berbusana adat Papua, lengkap dengan menyandang 'Noken Anggrek', tanda kebesaran bagi masyarakat Papua.

“Mama-mama Papua perajin Noken pasti bahagia hari ini,” ucap Titus.

Carmadi Machbub, Duta Besar RI untuk Unesco menuturkan, inskripsi Noken menambah satu lagi warisan budaya tak benda Indonesia yang telah ditetapkan Unesco, menyusul wayang, keris, batik, diklat warisan budaya batik untuk siswa sekolah, angklung, dan saman.

Prof Aman Wirakarta Kusumah, anggota delegasi RI yang mengawal sebagian nominasi hingga berhasil selama menjabat Kepala KWRI untuk Unesco, berharap pengajuan nominasi warisan budaya Indonesia ke Unesco dapat terus dilakukan, karena akan menambah prestasi bangsa dan negara, sekaligus memperkuat perlindungan warisan budaya di dalam negeri untuk generasi penerus.

Sumber: http://www.tribunnews.com


Dibaca : 2.590 kali.

Tuliskan komentar Anda !