Close
 
Selasa, 5 Mei 2026   |   Arbia', 18 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 532
Hari ini : 22.386
Kemarin : 26.680
Minggu kemarin : 192.091
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

20 desember 2012 04:40

Negeri Sembilan Pegang Teguh Budaya Minang

Negeri Sembilan Pegang Teguh Budaya Minang
Ilustrasi

Padang, Sumbar - Minangka­bau dan Negeri Sembilan, Malaysia adalah daerah se­rum­pun. Ma­syarakat di Negeri Sem­bilan merupakan peran­tauan masya­ra­kat Minang­kabau sejak dulu kala.

Ketua Pengarah Pertum­buhan Kerapatan Graduan Mu­da (KAGUM), Negeri Sembilan, Muhammad  Hanafi Bin Ja­maludin mengatakan, masya­rakat Negeri Sembilan, tetap me­megang teguh adat Mi­nang­ka­bau sebagai akar budaya mere­ka. Selain itu, mereka juga meng­gu­nakan nama-nama dae­rah Mi­nang menjadi nama suku. Se­mentara untuk bahasa sehari-ha­ri, Melayu Riau menjadi pilihan.

“Kita berasal dari satu rum­pun yang sama. Walau kami memakai Bahasa Melayu Riau, tapi dari sisi adat, kami tetap memegang teguh adat Perpatih Nan Sebatang, sebagaimana berlaku di Minangkabau,” ung­kap Muhammad Hanafi dalam seminar Ratusan Tahun Penga­laman Minangkabau Negeri Sembilan di Fakultas Ilmu Bu­daya Unand, kemarin (17/12).

Soal suku, Muhammad Ha­nafi menjelaskan, masyarakat Negeri Sembilan pada umum­nya mengambil nama dari nama daerah asal usul mereka di Minangkabau, di antaranya Simalanggang, Batuhampar, Payakumbuh, Tanahdatar dan lain-lain. Diakuinya, warga Ne­ge­ri Sembilan merasa memiliki hubungan erat dengan saudara-saudara mereka di tanah sebe­rang, yakni Melayu Riau dan Minangkabau.

“Kami selalu memantau perkembangan yang terjadi di Indonesia. Kalau di Indonesia ada bencana alam semisal gem­pa bumi, gunung meletus, tsunami dan sejenisnya, kami pun turut merasakan. Keluarga di tanah seberang menangis, kami turut pula menangis. Tak jarang, sumbangan spontan dan suka­rela terhimpun dengan cepat untuk kemudian dikirimkan ke sanak famili yang jadi korban,” tambahnya.

Terkait adanya upaya me­nga­du domba Indonesia dan Malaysia yang dipicu berbagai persoalan, dia minta untuk tidak mudah terpancing. “Se­harusnya, kita memiliki tekad bersama memajukan dua ne­geri; Negeri Sembilan dan Minangkabau di masa datang,” tandasnya.

Sumber: http://padangekspres.co.id
Foto: http://budirangminang.blogspot.com


Dibaca : 1.833 kali.

Tuliskan komentar Anda !