Close
 
Selasa, 9 Juni 2026   |   Arbia', 23 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.817
Hari ini : 20.759
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

11 april 2013 02:41

Unlam dan Kesultanan Sepakat Lestarikan Sastra Banjar

Unlam dan Kesultanan Sepakat Lestarikan Sastra Banjar

Martapura, Kalsel - Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin beserta Kesultanan Banjar sepakat melestarikan berbagai budaya Banjar, khususnya bidang sastra.

Berdasarkan rilis Humas Pemkab Banjar, Selasa, kesepakatan tersebut saat pertemuan beberapa guru besar Unlam dengan kesultanan Banjar, Sultan Khaerul Saleh yang juga Bupati Kabupaten Banjar Kalsel di Martapura.

Pertemuan tersebut guna membahas rencana kegiatan Konferensi Internasional Sastra (KIS) yang dijadwalkan berlangsung 16-18 Desember 2013 mendatang, atas gagasan Himpunan Sarjana Kesusasteraan Indonesia Unlam bekerjasama dengan Ikatan Almuni Unlam.

Pihak untuk yang melakukan pertemuan dengan Kesultanan tersebut antara lain Pembantu Rektor II Unlam, Prof Dr Jumadi, Pembantu Rektor III Unlam Prof Idiannor Mahyudin,  MS, Pembantu Rektor IV Unlam Prof Dr Sutarto Hadi MSc dan Drs H Rustam Effendi MPd, Phd.

Pertemuan tersebut sebagai upaya pengawalan pelestarian Budaya  Banjar, khusus bidang sastra melalui kegiatan Konferensi Internasional Sastra tersebut.

Kebangkitan Budaya Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan semakin kencang seiring  dengan komitmen bersama pemerintah provinsi kabupaten/ kota dan Kesultanan Banjar untuk melestarikan  budaya Banjar Bahari melalui berbagai even lokal, regional, maupun nasional itu.

"Didasari  strategisnya kegiatan Konferensi  Internasional Sastra terhadap pelestarian budaya dan sastra di daerah ini, kami datang kepada Bapak Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh untuk meminta pandangan sekaligus meminta sebagai penasihat dalam kepanitiaan mengingat kiprah melestarikan budaya Banjar," tandas Ketua Konferensi Internasional Sastra,  H Rustam Effendi MPd, Phd.

Didampingi Ketua IKA Unlam Pangeran H Rusdi Effendi, Rustam Effendi mengatakan dalam konferensi internasional kesusasteraan akan menghadirkan narasumber dari  berbagai negara antara lain Malaysia, Singapura, Australia, serta pakar sejarawan sastra Indonesia.

"Bagi daerah sendiri kegiatan ini sangat penting untuk menambah khazanah informasi kesusasteraan lokal mengingat sastra merupakan bagian dari budaya lokal yang perlu dilestarikan," ucapnya.

Ditambahkan Rustam Effendi ada banyak tema yang akan dibahas dalam kegiatan nanti. Salah satunya adalah  terkait Kesultanan Banjar dari sisi historis, budaya dan kiprah sosial bagi pelestarian budaya Banjar.

Sementara itu Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh menyambut baik kegiatan Konferensi Internasional Kesusasteraan dan menyatakan kesiapannya untuk membantu.

Menurut Bupati kegiatan ini sangat strategis bagi pengembangan dan pelestarian budaya dan kesusasteraan lokal. Bagi daerah konferensi sastra internasional merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membesarkan kearifan budaya lokal.

Dalam  silaturahmi penuh keakraban itu, Bupati Sultan H Khairul Saleh mengungkapkan terima kasih dan penghargaannya kepada para akademisi Unlam dan tokoh- tokoh budaya di daerah ini  dalam dukungan terhadap kiprah budaya Kesultanan Banjar.

Bupati mengatakan, pada pertengahan Mei 2013 ini berencana memenuhi undangan Kesultanan Brunei Darussalam untuk  diminta pemaparan mengenai Historis Kesultanan Banjar. "Setelah itu pada Juni Insya Allah akan diberi gelar oleh Sultan Hasanah Bolkiah," ucap Bupati.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Bupati Sultan H Khairul Saleh membagikan dua buku yang membahas terkait Kesultanan Banjar. Buku itu berjudul "Berkhidmat untuk Tahta Budaya dan Raja Diraja Kerajaan Banjar Abad XV -XXI" ditulis oleh mantan Gubernur Kalsel Ir H M Said.

Sumber: http://oase.kompas.com


Dibaca : 806 kali.

Tuliskan komentar Anda !