Senin, 17 Agustus 2026 |Tsulasa', 3 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
33
Kemarin
:
22.556
Minggu kemarin
:
179.363
Bulan kemarin
:
11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
24 mei 2013 07:36
Dekranas: Batik Motif Aceh Mulai Diminati
Banda Aceh, NAD - Batik motif Aceh dengan bahan dasar kain tenun mulai diminati masyarakat, khususnya pegawai negeri sipil di daerah itu, kata Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Provinsi Aceh Ir Netty Muharni MURP.
"Sudah banyak yang memesan batik di Balai Rumah Batik binaan Dekranas Aceh. Hampir seluruh pemerintah kabupaten/kota telah memesan untuk pakaian wajib tambahan para pegawainya," katanya di Banda Aceh, Kamis.
Selain untuk pakaian dinas tambahan, banyak juga pihak swasta seperti perbankan yang juga memesan batik motif Aceh, ujar Netty yang didampingi Koordinator Balai Rumah Batik Oliya M.
Menurutnya, harga kain batik motif Aceh antara Rp250.000 hingga Rp1 juta dan tergantung dari jenis kainnya.
Balai Rumah Batik rata-rata bisa memproduksi 200 potong bakal kain baju setiap bulan. Batik yang diproduksi seluruhnya berbahan dasar kain tenun bukan mesin yang juga milik Dekranas Aceh.
Ia mengatakan, terdapat beberapa jenis kain yang banyak diminati warga di provinsi paling ujung barat sumatera yakni berbahan katon morry, doby, piscos, sutra super, sutra timbul, sutra ATM (alat tenun mesin) dan sutra ATBM (alat tenun bukan mesin).
"Kalau motif batiknya yang paling diminati rencong, pintu Aceh dan gayo," katanya lagi.
Netty yang juga Kepala Bidang Promosi pada badan Investasi dan promosi Aceh itu menyebutkan pihaknya memiliki lebih 100 cetakkan batik bermotif Aceh.
Ia juga mengatakan batik Aceh memiliki motif yang menggunakan unsur alam dan budaya serta perpaduan warna yang menonjol seperti merah, hijau, kuning serta merah muda.
Motif yang digunakan pada batik Aceh juga mengandung makna falsafah hidup masyarakat Aceh.
Netty menyatakan, program Dekranas Aceh ke depan Rumah Batik Aceh itu akan direnovasi lebih baik lagi, sehingga menjadi objek wisata dan pusat pendidikan serta pelatihan.
"Jadi, anak-anak Aceh yang memiliki bakat disainer, bisa belajar di balai tersebut, disamping untuk melestarikan batik Aceh," katanya.