Close
 
Minggu, 16 Agustus 2026   |   Isnain, 2 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.212
Hari ini : 23.102
Kemarin : 43.662
Minggu kemarin : 179.363
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

04 juni 2013 18:47

Tak Ingin Budayanya Diklaim, Kalbar Gelar Pameran Museum

Tak Ingin Budayanya Diklaim, Kalbar Gelar Pameran Museum

Pontianak, Kalbar - Upaya pelestarian dan pengenalan seni serta kebudayaan dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya pameran. Ini seperti dilakukan Dekranasda Kalbar di Museum Tekstil Jakarta dan Museum se-Kalimantan menyelenggarakan Pameran Wastra bertemakan "Wastra Borneo: The Beauty of Diversity".

Gubernur Kalbar Cornelis sangat mengapresiasi terselenggaranya pameran yang sangat penting bagi upaya promosi kekayaan budaya lokal suku bangsa. Dia menjelaskan fungsi dan filosofi sejumlah koleksi museum yang dipegang teguh oleh masyarakat Dayak.

"Pulau Kalimantan merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, dibagi menjadi lima daerah otonom, yaitu provinsi Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan Utara. Ragam budaya masyarakat Dayak, termasuk tenun, diciptakan untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan antarsesama manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan lingkungannya. Filosofi masyarakat Dayak untuk memiliki rasa hormat dan cinta terhadap alam dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dilihat dari motif-motif yang ada pada benda tersebut," terang Cornelis.

Di tempat yang sama, Ketua Dekranasda Kalbar, Frederika Cornelis, mendukung pelaksanaan kegiatan pameran. Menurutnya, museum merupakan sebuah lembaga edukatif kultural yang mengemban misi melestarikan budaya tradisional Indonesia.

"Aneka kebudayaan Indonesia begitu kaya. Saat ini, yang dibutuhkan adalah suatu kegiatan untuk memperkenalkan kebudayaan daerah melalui pameran-pameran nasional. Museum sebagai lembaga di bawah kementerian atau dinas pendidikan berkewajiban memperkenalkan kebudayaan agar lebih dikenal masyarakat," lugasnya.

Dia mengajak seluruh masyarakat turut melestarikan kebudayaan Nusantara untuk diwariskan kepada generasi penerus, sebelum kebudayaan tersebut diklaim oleh negara lain. Tegasnya, kebudayaan akan tetap tumbuh dan terjaga kelestariannya apabila semua unsur yang membentuk kebudayaan tersebut bersatu padu untuk menjaganya.

Sumber: http://travel.okezone.com


Dibaca : 1.815 kali.

Tuliskan komentar Anda !