Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.022
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

28 sepember 2007 04:30

Pelestarian Benda Cagar Budaya di Makassar

Pelestarian Benda Cagar Budaya di Makassar
Benteng Fort Rotterdam, Makassar.

Majene- Keberadaan benda cagar budaya, sangat penting nilainya bagi bangsa. Untuk itu, perlu dilestarikan, dilindungi, dan dipelihara secara terus menerus, agar dapat terjamin kondisi keterawatan dan keasliannya, serta dapat dimanfaatkan masyarakat luas.

Demikian disampaikan Munarfi N Abdau SSos, Kepala Laboratorium dan Konservasi Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar, saat menjadi pembicara pada acara Sosialisasi Fasilitasi Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Kekayaan Budaya, serta pembinaan juru pelihara situs tingkat Kabupaten Majene yang dilangsungkan di Gedung SKD Majene, Selasa (4/9) lalu.

"Benda cagar budaya sebagai salah satu sumber daya budaya, mempunyai nilai penting. Yaitu nilai akademis sebagai bahan kajian ilmu sejarah dan budaya, nilai ideologis, yang punya arti penting bagi kekayaan budaya bangsa. Dan nilai ekonomisnya, dapat dijadikan sebagai objek wisata yang dapat menjadi sumber devisa negara," jelasnya.

Ditambahkan, salah satu kebanggaan bagi bangsa Indonesia adalah dengan dimilikinya sekitar lebih dari lima ribuan benda cagar budaya tidak bergerak berupa bangunan yang tersebar di seluruh Indonesia. Karena banyaknya, tentu memerlukan pula tenaga penjaga atau juru pelihara situs benda cagar budaya tersebut.

Tujuannya adalah untuk upaya pelestarian dan menjaga kelestarian dan keberadaannya dari ancaman kerusakan baik dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, maupun kerusakan yang disebabkan oleh alam. "Sangat dibutuhkan kerja keras para tenaga juru pelihara benda cagar budaya tersebut untuk usaha pelestarian agar situs budaya itu tidak rusak atau dirusak oknum-oknum tidak bertanggungjawab," katanya.

Sumber : www.beritakotamakassar.com
Kredit foto : www.geocities.com/wisatamakassar/


Dibaca : 2.738 kali.

Tuliskan komentar Anda !