Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
28 sepember 2007 01:40
Lemang, Menu Wajib Berbuka
Pontianak- Lemang, makanan dari ketan atau beras pulut putih, menjadi salah satu makanan khas masyarakat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Terutama saat Ramadhan seperti sekarang, Lemang menjadi makanan wajib warga Pontianak berbuka puasa.
Adi Saputra (35), salah seorang pembeli lemang, mengatakan, keluarganya setiap hari selalu berbuka puasa dengan menu makanan itu. "Berbuka puasa tanpa lemang serasa masih ada kurangnya," katanya di Pontianak.
Ia mengaku selalu membeli lemang buatan Ahmad, yang hanya berjualan pada bulan Ramadan di kawasan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Kota. "Dari rasa lemang buatan Pak Ahmad sedikit berlemak, sehingga enak dimakan ketika berbuka puasa, apalagi dibarengi dengan minum kopi," katanya.
Ahmad (57), salah seorang pembuat dan penjual lemang, mengatakan, lemang terbuat dari ketan atau pulut dan santan (sari kelapa). Bahan-bahan itu disatukan dengan cara diaduk rata, kemudian dimasak dengan menggunakan bambu lalu dipanggang di atas bara api.
Pembuatan lemang tidak terlalu rumit. Pertama-tama siapkan bambu yang tidak terlalu tua dengan ruas yang cukup panjang untuk memasak lemang. Kemudian bambu dibersihkan dan dikeringkan, setelah itu dimasukkan daun pisang muda sebagai alas, menyusul kemudian ketan atau pulut yang telah diaduk menjadi satu dengan santan kelapa.
"Setelah lemang dimasak dalam panci, barulah api untuk memasak lemang dinyalakan," kata Ahmad yang sudah menekuni pembuatan dan penjual lemang sejak 1980.
Proses pembuatan lemang memang membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian. Jangan sampai api untuk membakar lemang yang sudah dicetak dalam bambu itu nyalanya terlalu besar, karena hasilnya akan jelek.
"Saya sedikitnya membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam untuk memasak lemang dengan tiga pengapian, yaitu pengapian tengah, pengapian sisi kiri, dan pengapian sisi kanan. Untuk mendapatkan hasil lemang yang baik, harus masak di bagian bawahnya terlebih dahulu," katanya.
Kebanyakan orang ketika memasak lemang, hanya bagian atasnya yang masak, tetapi bagian bawahnya masih keras. Dengan begitu, hasilnya masih banyak bagian yang belum masak oleh api pembakaran.
"Itu juga akan berpengaruh kepada rasa dan biasanya masyarakat tidak akan membeli yang bagian bawahnya masih keras," kata Ahmad.
Sumber: www.banjarmasinpost.co.id Kredit foto : www.geocities.com/gluttonisland/