Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
29 agustus 2013 08:08
Budayawan Indonesia dan Malaysia diskusi sastra di Pusat Dokumentasi HB Jassin
Rombongan Temu Sastrawan Indonesia-Malaysia disambut di Komunitas Salihara, Jakarta, Rabu 28 Agustus 2013.
Jakarta - Sejumlah sastrawan dan budayawan dari Indonesia dan Malaysia bertemu dalam diskusi sastra dua negara serumpun,Kamis 29 Agustus 2013, di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Jakarta.
Tampil dalam diskusi antara lain Dato’ Dr. Ahmad Khamal Abdullah yang menyajikan materi tentang Penyair Numera Bertemu dalam Antologia de Poeticas: Antara Sensitiviti dan Wawasan Unik. Lalu ada Haji Abdul Rahim Abdullah dengan materi Intertekstualiti Melayu dalam Novel Indonesia, dan Fadli Zon (Politik Sastra Indonesia-Malaysia).
Selain itu juga ada Prof. Madya Dr. Abdul Halim Ali (Konsep Estetika Bersepadu: Satu Kaedah Baharu-Kaedah Kritik Estetik dalam Kesusastraan Melayu), Prof. Madya Arbak Othman (Seribu Pantun Puitis: Sosok Tradisi, Minda Terkini), Drs. Yulizal Yunus (Sastra Melayu dalam Perspektif Islam), Prof. Madya Dr. Adi Yasran Abdul Aziz (Kearifan Tempatan dalam Manuskrip), dan Umar Uzair (Rupawangi dalam Lagu Ziana Zain dan Dato’ Siti Nurhaliza).
Diskusi dimoderatori Sastri Bakry, Syarifuddin Arifin, dan Sastri Sweeney. Sehari sebelum diskusi, rombongan sastrawan kedua negara berkunjung ke Fadlizon Library dan Komunitas Salihara.
Ketua Panitia Temu Sastrawan Indonesia-Malaysia Sastri Bakry mengatakan, rombongan sastrawan Malaysia telah tiba di Jakarta sejak Selasa 27 Agustus 2013.
Rombongan Malaysia dipimpin Dato’ Dr. Ahmad Khamal Abdullah, Presiden NUMERA didampingi Umar Uzair, Adi Yasran, Prof. Arbak Othman, Dora binti Mahdi, Teratai Abadi, Abdul Halim Ali, A Rahim Abdullah dan lainnya.
Acara diawali dengan kunjungan ke Salihara dan rombongan disambut Ayu Utami serta pegiat Salihara lainnya. Di tengah acara tampak penyair Eka Budianta, L.K. Ara dari Aceh, Agus Susanto dari Komunitas Sirup Kopi Mesir, serta Moh. Ghufron Cholid dari Madura. Di Salihara, tamu diperkenalkan gedung teater, gedung tari serta diputarkan video kegiatan Salihara dari tahun ke tahun.
Di Fadli Zon Library, rombongan diperkenalkan dengan sejumlah koleksi perpustakaan yang didirikan oleh Fadli Zon berupa benda-benda bersejarah seperti keris, tongkat, dan buku.
Beberapa sastrawan lainnya tampak hadir di sini. Di antaranya Taufiq Ismail, Rosmiaty Shaari, Bundo Free, Lily Siti Multatuliana Sutan Iskandar dan lainnya. Pada kesempatan itu, penyair asal Aceh L.K. Ara memberikan cendramata kepada Fadli Zon berupa poster-poster tentang kejadian tsunami di Aceh yang disertai puisi-puisi ciptaannya.
Malam harinya, para peserta menikmati Soto Kudus Blok M bersama Sastri Bakry dan Ir. Erwan selaku penggerak acara ini. Setelah itu langsung menuju Wapres Bulungan untuk mengikuti Silaturrahmi Temu Sastra Indonesia-Malaysia yang diisi dengan pembacaan puisi.