Close
 
Jumat, 12 Juni 2026   |   Sabtu, 26 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 4.782
Kemarin : 18.252
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

02 sepember 2013 02:53

Penyanyi Top Ramaikan Jakarta Melayu Festival

Penyanyi Top Ramaikan Jakarta Melayu Festival
Iyeth Bustami

Jakarta - Jakarta Melayu Festival diramaikan penampilan beberapa penyanyi top seperti Sulis, Muchsin Alatas, Hamdan ATT, Mustafa Abdullah, Nizar Ali, Ema Lopez, Fahad Munif, Fuad Balfas, dan Hendri Lamiri. Mereka secara total mampu menghibur penonton.

Selain itu, Jakarta Melayu Festival menyuguhkan berbagai tari nusantara, seperti Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Jambi. Para penari menunjukan kebolehannya dengan iringan musik melayu. Acara yang digelar di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, itu benar-benar penuh corak melayu hingga kepada busana penyanyi dan pemain musiknya.

Lagu berjudul “Dingding Badingding” dan “Rentak Seratus Enam” menjadi pembuka dalam festival itu dengan tarian khas melayu. Sulis membawakan lagu berjudul “Bunga Seroja”. Lagu yang diciptakan S. Effendi ini sukses menghibur penonton. Apalagi, suaranya yang mampu mencapai nada-nada tinggi nan sulit. Lagu ini sempat populer kembali pada era 2000-an. Saat itu, lagu ini menjadi soundtrack film “Laskar Pelangi”. Tak heran, tua dan muda begitu fasih dalam menyanyikan lagu tersebut.

Lagu berjudul “Laila Canggung” juga mampu menghipnosis penonton. Lagu yang dibawakan oleh Iyeth Bustami ini sanggup membuat beberapa penonton untuk berdendang sambil berdansa.

“Saya senang dengan digelarnya Jakarta Melayu Festival ini. Menurut saya kalau bisa setiap tahun harus diadakan, agar musik melayu bisa dikenal lebih banyak lag,” kata Sulis.

Menurut Sulis, usik Melayu merupakan salah satu aset penting Tanah Air yang harus terus dilestarikan. Jangan sampai musik ini tergerus oleh zaman. Apalagi, arus deras musik barat semakin membius generasi muda. Karena itu, festival ini bisa menjadi pemacu untuk musik melayu berkembang kembali di industri Tanah Air.

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com
Foto: http://musik.kapanlagi.com


Dibaca : 1.543 kali.

Tuliskan komentar Anda !