Close
 
Minggu, 16 Agustus 2026   |   Isnain, 2 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 947
Hari ini : 18.849
Kemarin : 43.662
Minggu kemarin : 179.363
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

03 oktober 2013 05:32

KTT APEC Promosikan Seni Budaya Bali

KTT APEC Promosikan Seni Budaya Bali
Pertunjukan tari kecak di Uluwatu, Bali, Kamis (6/6/2013).

Denpasar, Bali - Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2013, yang tengah berlangsung di Nusa Dua, Bali, secara tidak langsung ikut mempromosikan seni budaya Bali, salah satu daya tarik wisatawan yang berlibur ke Pulau Dewata.

"Namun pelaku-pelaku seni di tingkat bawah, baik para seniman maupun perajin seni yang menghasilkan berbagai jenis cenderamata yang dibeli oleh turis menikmati hasil yang sangat kecil," kata Dosen Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Dr I Gusti Made Ngurah di Denpasar, Kamis (3/10/2013).

Pasalnya, menurut Made Ngurah, aktivitas seni budaya maupun hasil kerajinan yang ditekuni masyarakat bawah itu sangat dinikmati wisatawan, yang rela mengeluarkan uang cukup besar.

"Masalahnya wisatawan dalam menikmati pementasan seni maupun membeli berbagai jenis cenderamata itu melalui perantara yang justru mengambil keuntungan sangat besar tanpa mempedulikan pelaku-pelaku seni," ujar Made Ngurah.

Dia mencontohkan benda-benda seni yang dijual toko oleh-oleh maupun toko penjual cendera mata sangat mahal yang mampu memperoleh keuntungan berlipat ganda, sementara pekerja seni dibayar sangat murah.

"Kondisi yang dimikian memerlukan perhatian dan peran serta semua pihak, jika kondisi itu dibiarkan berlanjut, dikhawatirkan akan mengurangi mutu seni budaya Bali maupun semakin rendahnya mutu cenderamata," ujarnya.

Untuk itu perlu perhatian para pengambil kebijakan, agar seni budaya Bali yang menjadi daya tarik wisatawan mendapat perhatian, sehingga pelaku-pelakunya mendapat imbalan yang lebih wajar.

Demikian pula pelaksanaan KTT APEC di Bali dapat dinikmati masyarakat sampai di kelas bawah, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pangan selama delegasi berada di Bali mengutamakan hasil petani setempat.

"Dengan demikian masyarakat mampu memperoleh tingkat kesejahteraan sekaligus mutu seni dan budaya tetap dapat dipertahankan," kata Gusti Made Ngurah.

Sumber: http://travel.kompas.com


Dibaca : 1.061 kali.

Tuliskan komentar Anda !