Sabtu, 5 September 2026 |Ahad, 22 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.304
Hari ini
:
21.996
Kemarin
:
28.306
Minggu kemarin
:
32.264.566
Bulan kemarin
:
43.463.948
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
11 oktober 2013 06:05
Nikah Massal di Titik Nol
Beberapa pasangan pengantin yang mengikuti pernikahan massal atau nikah bareng di Titik Nol Kilometer, Kamis (10/10) (Foto: Trasmara)
Yogyakarta, Jogjatrip.com --Sebanyak 16 pasangan pengantin melangsungkan pernikahan massal di Titik Nol Kilometer pada Kamis, (10/10). Dari 16 pasangan tersebut, 4 di antaranya adalah pasangan penyandang tuna netra. Pasangannya lainnya terpaut usia yang cukup jauh, yaitu pengantin pria berstatus duda berumur 70 tahun, sedangkan pengantin wanita berusia 28 tahun. Di sisi lain juga terdapat pengantin pria yang memiliki usia lebih muda dari pengantin wanita, yaitu Erfan (36) yang menikahi Rubiyem (57).
“Saya mengenalnya lewat biro jodoh Fortais (Forum Ta’aruf Indonesia). Saya mengenalnya pada Agustus 2013. Saya mencintai benar Rubiyem. ‘Godhong suruh seka Klaten, wong ora weruh kok dadi manten’ (Daun sirih dari Klaten, orang buta kok jadi pengantin),” ujar Erfan yang memakai beskap merah yang ditemui Jogjatrip sebelum kirab pengantin di Benteng Vredeburg, Kamis (10/10).
Pernikahan massal ini diselenggarakan oleh Fortais sebagai upaya untuk mencapai misi menikahkan 1000 pasangan pengantin di tahun 2013 ini. “Ini juga untuk merayakan HUT Ke-257 Kota Yogyakarta dan HUT TNI. Hanya saja tidak semua pengantin pria menyumbangkan darahnya karena tidak memenuhi syarat. Hanya dua kantong darah yang jadi mahar untuk disumbangkan ke PMI DIY,” kata Ryan Budi Nuryanto, Ketua Panitia Nikah Bareng sekaligus pengurus Fortais.
Pernikahan massal atau nikah bareng ini diwarnai dengan prosesi kirab 16 pasang pengantin dari Benteng Vredeburg ke Titik Nol yang mendapatkan perhatian dari ribuan orang masyarakat. Besarnya animo masyarakat yang ingin menyaksikan perhelatan tak biasa ini telah diantisipasi oleh panitia dengan menutup jalan mulai dari Ngejaman (depan Pasar Sore) hingga Titik Nol selama 1 jam untuk prosesi pernikahan.
Hal yang tak kalah menarik lainnya adalah kehadiran beberapa pejabat dan tokoh masyarakat Yogyakarta untuk didaulat menjadi saksi pernikahan. Para pejabat dan tokoh masyarakat tersebut adalah Kol. TNI Hardian Achmad (Kasrem 072/Pamungkas), Herry Zudianto (mantan Walikota Yogyakarta yang kini menjadi Ketua PMI DIY), Imam Priyono (Wakil Walikota Yogyakarta), Maskul (Kakanwil Kemenag DIY), Ambar Tjahjono (Anggota DPR RI), Direktur Pertamina, Teguh Raharjo (Kepala BLPT), Kompol. Yan Yamin (Poltabes Kota Yogyakarta), Tazbir Abdullah (Kepala Dispar DIY), dan Timbul Raharjo (seniman).
Dalam kesempatan ini, Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono menyampaikan sambutan singkatnya. “Semoga event ini dikembangkan dan bisa jadi ikon pariwisata di Yogyakarta,” kata Imam Priyono. *** (Teguh R Asmara)