Minggu, 16 Agustus 2026 |Isnain, 2 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.083
Hari ini
:
17.116
Kemarin
:
43.662
Minggu kemarin
:
179.363
Bulan kemarin
:
11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
12 oktober 2013 04:20
Bahasa Indonesia Terancam Bahasa Melayu
Solo, Jateng - Fenomena bahasa Melayu yang mulai marak digunakan di wilayah Indonesia bagian barat khususnya di daerah Sumatra dinilai mengancam keberadaan bahasa Indonesia.
Hal ini dikemukakan oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Muhammad Muhajir kepada audiens dalam Seminar Nasional Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Kurikulum 2013 di Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) Universitas Sebelas Maret (UNS).
"Kita harus waspada, Sumatera dan sekitarnya, saat ini dialek Melayu-nan sangat terasa, memang karena serumpun. Apalagi (bahasa) Melayu Malaysia sehingga muncul bahasa Indonesia dari sana," ujar Muhajir.
Bahasa Melayu ini nantinya menjadi setara bahkan bisa jadi menggeser bahasa Indonesia yang notabene merupakan bahasa utama. Adapun dalam kebijakan yang ada, dia mengungkapkan bahwa peran bahasa Melayu sejauh ini hanya sebatas bahasa daerah.
Dikatakan, penguatan bahasa Melayu yang semakin mengancam ini diperkuat dengan adanya dugaan pemberian wanprestasi berupa penghargaan gelar datuk kepada sejumlah pejabat yang ada di wilayah Sumatera.
Muhajir sendiri merasa prihatin kondisi tersebutM Sebab untuk wilayah luar Jawa umumnya disatukan dengan bahasa Jawa. Sedangkan untuk luar Indonesia disatukan dengan bahasa Indonesia.