Close
 
Sabtu, 5 September 2026   |   Ahad, 22 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.206
Hari ini : 22.052
Kemarin : 28.306
Minggu kemarin : 32.264.566
Bulan kemarin : 43.463.948
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

16 oktober 2013 08:09

Suasana Idul Adha di Kesultanan Ternate, Sarat Makna Budaya

Suasana Idul Adha di Kesultanan Ternate, Sarat Makna Budaya

Ternate, Maluku Utara - Gamelang terdengar nyaring mengiringi suasana alun – alun Kesultanan Ternate. Kereta kencana siaga untuk ditumpagi Mudafar Sjah, Sultan Ternate, bersama Boki Nita Budi Susanti (Permaisuri).

Adat Istiadat kerajaan, nampak kental, dan penuh makna budaya menjelang Sholat Idul Adha, Selasa 15 Oktober 2013 di lingkup Keraton Ternate.

Seling takbir dan tahmid sekitar 13 bobato akherat ( badan syar’iah ) kesultanan, di ikuti sejumlah balakusu sekano -kano atau masyarakat adat.

Beberapa saat kemudian, Paduka didampingi permaisuri, keluar dari kamar khusus, dan menuruni anak tangga kedaton . Penjagaan ketat kelompok alfiris ( pengamanan paduka ). ” Kalau di istana Negara, sebagai Paspampres, ” kata salah satu anggota Alfiris.

Kereta kencana yang ditumpagi Sultan dan Permaisuri menuju mesjid kesultanan dengan konvoi sejumlah serdadu kerajaan.

Melintasi deretan warga adat disepanjang jalan, di ruas antara Kedaton dan Mesjid. Sementara Anggota Polantas Polres setempat, berjaga – jaga, mengantisipasi arus lalu lintas kendaraan.

Usai melaksanakan sholad Idul Adha, Sultan seperti biasanya, sesaat berdiri di serambi utama Kedaton.

Sembari menghadapkan dua telapak tangan ke arah ribuan warga adat, dan disaut serentak ” Suba Joou ” oleh warga, bermakna menerima barokah dari Sultan.


Dibaca : 1.237 kali.

Tuliskan komentar Anda !