Close
 
Selasa, 30 Juni 2026   |   Arbia', 14 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 88
Hari ini : 10.029
Kemarin : 33.607
Minggu kemarin : 218.136
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

22 oktober 2013 07:45

Tari Tradisional Moende dan Karambangan Terancam Punah

Tari Tradisional Moende dan Karambangan Terancam Punah

Poso, Sulteng - Kabupaten Poso di Sulawesi Tengah memiliki keaneka ragaman budaya, mulai dari yang mendunia, seperti patung megalitikum hingga kesenian warisan nenek moyang mereka. Salah satunya adalah tari moende dan karambangan. Sayangnya tarian ini terancam punah hanya segelintir orang yang kini menekuninya.

Bila tidak kita lestarikan, tari moende ini hanya tinggal cerita bagi generasi mendatang. Moende merupakan tarian kuno yang diwariskan para leluhur di Poso. Irama dan alat musik yang digunakan bisa menjadi tanda bahwa moende tarian yang dimainkan leluhur masyarakat Poso ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.

Tarian ini biasanya dibawakan oleh sejumlah wanita, dan setiap gerakan mengikuti suara tabuh yang dipukul dua pria. Tarian moende ini dahulu kala dilakukan usai panen dan pesta besar.

Sayangnya moende ini sudah jarang dimainkan, bahkan, karena pengaruh kesenian moderen, moende menjelma menjadi tari dero.

Salah satu lagi yang bakal terancam punah, adalah karambangan. Musik khas ini hanya terdengar di pelosok atau pedalaman Poso. Dahulu kala karambangan dilantunkan pria untuk menarik hati gadis yang diidamkannya.

Sangat disayangkan bila tarian moende dan karambangan tidak lagi diminati generasi muda. karena tanpa kedua kesenian ini, Poso kehilangan ciri khas dan jati dirinya.

Sumber: http://www.indosiar.com


Dibaca : 1.688 kali.

Tuliskan komentar Anda !