Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.636
Hari ini : 23.279
Kemarin : 24.191
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

26 oktober 2013 10:10

SMA Bina Anak Sholeh Yogya Gelar Pentas Seni

SMA Bina Anak Sholeh Yogya Gelar Pentas Seni

Yogyakarta - Pada  Jum’at, (25/10) pukul 19.30 WIB, SMA Bina Anak Sholeh Yogyakarta akan tampil di Gedung Societed Taman Budaya Yogyakarta dalam pentas seni berjudul ‘Serumpun Juang Raih Kemenangan’.

Pentas seni (pensi) yang rutin diadakan setiap tahun tersebut adalah wadah untuk menyalurkan kreatifitas siswa. Hal ini dibuktikan dengan penampilan para siswa. Menurut Bariyah, selaku kepala sekolah, kegiatan ini bertujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan siswa. Kegiatan ini juga melatih siswa untuk mengekspresikan diri sebagai remaja, dan tentu saja masih berada dalam kerangka syari’ah.

Bimastya Lazuardi, ketua panitia acara pensi tersebut menuturkan bahwa pentas ini merupakan sebuah karya yang menakjubkan. “ Semuanya dari kita. Yang jadi panitianya kita sendiri, yang ngurus kita sendiri, yang main kita sendiri. Pensi ini keren dan wajib ditonton, karena yang pentas kami,’’ katanya, tergelak.

Pentas yang akan dipersembahkan berupa pementasan seni musik dan teater. Sebuah teater berjudul ‘Youth to the World’ menjadi menu utama. Teater tersebut menceritakan tentang bagaimana perangai pemimpin bangsa. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa membimbing menuju kemenangan.

Selain itu, turut ditampilkan beberapa grup musik dengan alat musik yang berbeda-beda. Terdapat grup gitar akustik, The Drago, dan kelompok perkusi bernama The Kobe Percussion. Tak luput permainan gamelan yang dimainkan oleh sebuah grup beranggotakan siswa putri, The Java Not. Yang menarik, ketiga grup musik tersebut akan berkolaborasi membentuk satu orkestra. ’’Waktu untuk mempersiapkan pensi kali ini lebih sedikit. Sekitar satu setengah bulan aja. Jadi persiapannya lebih greget,’’ ujar ketua OSIS, Arkan Priya Anggana Hadna. Jika ingin menyiarkan dakwah islam, harus disesuaikan dengan sasaran dakwahnya. Dalam pentas seni ini, dakwah disampaikan ala anak SMA. Bukan hanya sebagai hiburan, pensi tersebut diharapkan bisa menjadi media untuk berdakwah. “ Kitanya kan juga masih SMA, nanti kalau salah cara malah terkesan sok tahu”,’’ katanya.

Bertempat di Gedung Societed Taman Budaya Yogyakarta, kursi penonton yang ditawarkan kurang lebih berjumlah 300 buah. Dengan tiga kelas harga tiket yang terbilang terjangkau, pensi ini cukup menarik untuk menjadi pilihan refreshing setelah penat beraktivitas.


Dibaca : 1.560 kali.

Tuliskan komentar Anda !