Close
 
Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.609
Hari ini : 23.177
Kemarin : 24.191
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

29 oktober 2013 13:32

Nasi Goreng Jancuk Kembali Menuai Prestasi

Nasi Goreng Jancuk Kembali Menuai Prestasi

Surabaya, Jatim - Surabaya Plaza Hotel (SPH) kembali memenangkan penghargaan. Kali ini penghargaan tersebut datang dari ajang “Surabaya Sparkling Tourism Fiesta 2013” yang digelar oleh Program Studi International Hospitality and Tourism Business (IHBT) Universitas Ciputra Surabaya.

Sejumlah penghargaan dengan beragam kategori dianugerahkan kepada beberapa hotel berbintang di Surabaya pada puncak perayaan yang diadakan di Tunjungan Plaza II, Minggu (27/10/2013). Dalam kesempatan itu, Surabaya Plaza Hotel menerima penghargaan sebagai The Most Innovative Hotel Category Food and Beverage.

Sebagai salah satu hotel berbintang empat di Surabaya, SPH terus berupaya mengembangkan kualitas pelayanan dan produknya. Terutama dalam hal kuliner, hotel yang terletak di jantung kota Surabaya ini tak hentinya melakukan gebrakan dan inovasi baru yang menarik minat konsumen.

Hal ini terbukti dengan kesuksesan SPH dalam memperkenalkan Nasi Goreng Jancuk sebagai kuliner khas Surabaya yang digemari oleh masyarakat lokal, maupun turis dari dalam dan luar negeri. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2009, produk dengan keunggulan porsi besar dan rasa pedas ini tetap menjadi idola konsumen bahkan menjadi pelopor makanan pedas di Surabaya.

Selain terkenal dengan Nasi Goreng Jancuk, SPH juga dikenal dengan Mie Jemblung. Mie Jemblung yang tidak pedas ini merupakan mie goreng sehat karena tidak mengandung pengawet dan pewarna.

Mie Jemblung disajikan dalam ukuran besar dan diciptakan dengan cita rasa manis. Mie Jemblung sangat cocok untuk dijadikan pendamping rasa pedas Nasi Goreng Jancuk.

Selain itu SPH juga memiliki “Salon” yaitu sate lontong. Uniknya “Salon” dikemas dalam satu tusuk sate yang berukuran 30 cm dan menggunakan daging sapi kualitas unggulan. Ada juga Sesal Salmon (Semanggi-Salak Salmon), kombinasi antara western food dan Indonesian food.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Surabaya. Penghargaan ini akan menjadi cambuk bagi kami untuk terus berkreasi dan berinovasi. Kami akan tetap konsisten untuk terus mengembangkan kuliner tradisional agar semakin diminati masyarakat,” ujar Yusak Anshori, General Manager SPH yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Pariwisata Jatim ini.


Dibaca : 1.075 kali.

Tuliskan komentar Anda !