Close
 
Jumat, 14 Agustus 2026   |   Sabtu, 29 Shafar 1448 H
Pengunjung Online : 169
Hari ini : 9.819
Kemarin : 22.735
Minggu kemarin : 258.729
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

09 november 2013 04:48

Seribu Kapal Hias Meriahkan Festival Suku Bajo

Seribu Kapal Hias Meriahkan Festival Suku Bajo
Warga Wakatobi yang sedang melaksanakan tradisi budaya dengan memakai pakaian adat tenun lokal.

Wangiwangi, Sultra - Bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Hugua, membuka Festival Internasional Suku Bajo di Pelabuhan Panggulubelo Wangiwangi, ibukota Kabupaten Wakatobi, Kamis.

Festival itu akan berlangsung hingga 9 November 2013, dimeriahkan dengan parade 1.000 kapal hias para peserta festival.

Bupati Hugua mengatakan, festival tersebut tidak dimaksudkan untuk mempertajam kesukuan, melainkan untuk memperlihatkan jatidiri dalam memperkuat keberagaman di dalam bingkai NKRI.

"Keberagaman suku dan kebudayaan ini hendaknya dijadikan kekuatan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI," katanya.

Menurut dia, untuk membangun perekonomian suatu bangsa yang beraneka ragam suku dan budaya menjadi lebih kuat, maka haruslah dimulai dari membangun kebudayaan masing-masing suku.

Ketika kebudayaan masyarakat sudah terbangun dengan baik kata dia, maka pembangunan bidang ekonomi dan berbagai infrastruktur lainnya akan menyusul.

"Membangun ekonomi dan infrastruktur lainnya, tidak akan mencapai hasil yang memuaskan jika mengabaikan kebudayaan masyarakat secara keseluruhan," katanya.

Keterangan serupa juga diungkapkan Presiden Suku Bajo Indonesia, Abdul Manan.

Menurut dia, festival itu tidak untuk menonjolkan sifat sukuisme melainkan sebagai ajang mempererat silaturahim antara komunitas suku Bajo di seluruh dunia.

"Kita harapkan budaya masyarakat Suku Bajo yang hidup di wilayah-wilayah pesisir pantai bisa menginsiprasi pemanfaatan sumber daya maritim di Indonesia secara berkelanjutan," katanya.

Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara Festival Internasional Suku Bajo, Tawakal dalam laporannya mengatakan panitia mengundang 21 provinsi dan enam negara untuk mengikuti festival itu.

Namun yang berkesampatan hadir hanya negara Malaysia dan beberapa komunitas suku Bajo di Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, mahasiswa asal Suku Bajo dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan komunitas suku Bajo di semua kabupaten di Sultra.

"Festival ini akan dimeriahkan dengan pergelaran seni tari dari masing-masing komunitas etnis Bajo yang menjadi peserta festival," katanya.

Selain itu kata dia, juga digelar pameran benda-benda bersejarah dari leluhur masyarakat Bajo dan hasil-hasil kerajinan tradisional masyarakat Bajo dari semua komunitas.

"Sejumlah lomba seperti lomba dayung perahu tradisional, lomba senam dan lain-lain juga akan memeriahkan festival ini," katanya.

Sumber: http://www.antaranews.com


Dibaca : 1.874 kali.

Tuliskan komentar Anda !