Close
 
Senin, 17 Agustus 2026   |   Tsulasa', 3 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 990
Hari ini : 17.024
Kemarin : 23.793
Minggu kemarin : 179.363
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

27 november 2013 07:29

600 Seniman Mancanegara Tampil di Bali

600 Seniman Mancanegara Tampil di Bali

Jimbaran, Bali - Sebanyak 600 seniman dari negara-negara yang mewakili lima benua mengadakan pementasan pada gala dinner yang bertempat di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, Minggu (24/11/2013). Bertemakan "Swarming Intelligence Carnival", pementasan tersebut diadakan untuk menyambut pembukaan Forum Budaya Dunia (WCF), yang berlangsung dari 24 hingga 27 November 2013.

Dibuka oleh suara Joy Tobing yang menyanyikan "Bersama Kita Bangkit (Together We Rise)" yang ditulis oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ratusan seniman ini tampil di depan para hadirin dengan menampilkan suguhan kebudayaan nan apik dan menakjubkan dari berbagai latar bangsa.

Meskipun begitu, semua aksi disajikan dalam suatu penampilan tunggal yang memungkinkan munculnya sebuah bentuk seni baru. Bentuk baru itu juga dikenal sebagai dinamika swarming intelligence, di mana banyak perbedaan disatukan ke dalam kelompok besar.

Hadir dalam gala dinner adalah Presiden Yudhoyono bersama Ani Yudhoyono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Wakil Menteri Pendidikan Kebudayaan Windhu Nuryanti, serta para kepala negara, peraih nobel, para menteri kebudayaan, LSM, praktisi kebudayaan dan para pemegang kepentingan lainnya. Mereka berada di Bali untuk menghadiri WCF.

Berbicara pada gala dinner tersebut, Nuh menceritakan pada tahun 2005 Presiden Yudhoyono pertama kali mencetuskan ide tentang pentingnya budaya dalam pembangunan yang berkelanjutan. "Ini berarti kita harus melihat budaya sebagai elemen penting. Kita tidak akan punya masa depan tanpa adanya budaya," tutur Nuh.

Mendikbud juga memperingatkan bahaya konflik budaya dan dominasi. "Kita membutuhkan konvergensi budaya, dan kita tidak akan mencapai titik konvergensi tanpa mengadakan dialog. Ini merupakan fondasi yang memuluskan jalan bagi ide-ide untuk mengorganisir WCF," katanya.

Bertemakan "Kekuatan Budaya dalam Pembangunan Berkelanjutan", WCF tidak hanya merupakan acara budaya internasional pertama yang telah menarik perhatian banyak negara di seluruh dunia, tapi tidak kalah penting, forum ini menekankan konvergensi kebudayaan sebagai sarana penting pembangunan yang berkelanjutan.

Sumber: http://travel.kompas.com


Dibaca : 1.524 kali.

Tuliskan komentar Anda !