Close
 
Senin, 24 Agustus 2026   |   Tsulasa', 10 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.086
Hari ini : 17.031
Kemarin : 20.558
Minggu kemarin : 178.006
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

02 oktober 2007 08:32

Gubernur Riau Ajak Pers di Riau Cari Solusi

Gubernur Riau Ajak Pers di Riau Cari Solusi

Jakarta- Pemberitaan media massa yang semakin gencar menyudutkan para pejabat di daerah membuat prihatin Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP.

Gubri meminta media massa tidak hanya bisa mengekspos masalah demi masalah, tapi juga proaktif memberikan solusi atas berbagai masalah tersebut.

“Kalau ingin ditulis semua masalah yang ada, tak akan cukup halaman koran itu. Berapa pun tebalnya, 20 halaman, 40 halaman, tak akan cukup. Tapi yang lebih penting adalah, bagaimana kita semua, termasuk pers, tidak hanya bisa mengurai masalah, tapi juga bisa mencarikan solusinya demi kebaikan Riau ke depan,” tegas Gubri saat menyampaikan pidatonya pada acara buka puasa bersama Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (29/9) malam.

Pada kesempatan itu, selain ribuan masyarakat Riau yang tinggal di Jakarta, nampak hadir beberapa tokoh masyarakat Riau, termasuk beberapa anggota DPR RI asal Riau seperti Azlaini Agus, Azwar Ces Putra, Muhammad Tonas dan Syahrial Agamas.

Tidak seperti biasanya, ketika berpidato, Gubri nampak sangat menggebu-gebu dan berusaha menglarifikasi berbagai kasus yang diarahkan kepada dirinya sebagai orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning. Mulai dari persoalan korupsi hingga sepak-terjang beberapa tokoh Riau yang mulai kurang sejalan dengan dirinya, terutama dalam menyikapi kasus illegal logging di Riau. Termasuk juga soal pemberitaan media massa yang kadang-kadang sudah menjurus kepada fitnah.

Gubri mengaku sangat prihatin dengan pernyataan dan sinyalemen beberapa pihak yang tanpa berbekal informasi yang lengkap, tanpa tedeng aling-aling menuding dirinya sudah melakukan korupsi besar-besaran. Bahkan ditebarkan pula isu bahwa dirinya kini sudah berstatus sebagai tersangka. Gubri menyebut, misalnya dalam kasus multiyears, dirinya dituding telah melakukan korupsi sebesar Rp600 miliar. Padahal, dana multiyears saja belum cair sebesar itu. “Bahkan ada pula yang menyebarkan isu bahwa dalam kasus multiyears ini, Kejaksaan Agung sudah menjadikan saya sebagai tersangka. Luar biasa fitnah yang kami terima,” ungkap Gubri penuh prihatin.

Keprihatinan Gubri semakin memuncak manakala akhir-akhir ini beberapa tokoh di Riau, tidak lagi menunjukkan ketokohannya sebagai orang Melayu dalam memecahkan masalah yang terjadi di Riau. Melayu yang identik dengan Islam, tegas Gubri, punya tata aturan untuk mengingatkan pemimpinnya kalau sang pemimpin itu berbuat salah. “Kalau imam salah dalam salat, makmum mengingatkan dengan mengucapkan subhanallah. Ada tata kramanya, bukan dengan mengadu ke sana kemari,” sindir Gubri.

Semua keprihatinan Gubri ini, semakin diperumit lagi oleh pemberitaan media massa yang semakin menyudutkan. Belum apa-apa, tegas Gubri, media massa seringkali sudah memojokkan dan memvonis misalnya sebagai koruptor, tersangka dan stigma negatif lainnya. Meski, belum ada suatu keputusan hukum yang tetap, yang menyatakan tentang itu. “Coba bayangkan, bagaimana sakitnya kalau diri kita yang divonis orang seperti itu. Bagaimana malu dan tersudutnya keluarga kita,” kata Ketua DPD Partai Golkar Riau itu dengan nada berat.

Gubri kembali menegaskan bahwa sebagai orang nomor satu di Riau, dirinya berusaha menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih. Apalagi, pengawasan terhadap pemerintahan kini berlapis-lapis. Mulai dari Bawasda, Irjen, BPK, BPKP, KPK, DPRD, DPR, DPD, termasuk berbagai LSM dan organisasi kemasyarakatan, mahasiswa dan tentu saja pers.

Sumber : Riau Pos
Kredit foto : Koleksi Mahyudin Al Mudra


Dibaca : 1.920 kali.

Tuliskan komentar Anda !