Minggu, 6 September 2026 |Isnain, 23 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 150
Hari ini
:
6.641
Kemarin
:
26.946
Minggu kemarin
:
32.264.566
Bulan kemarin
:
43.463.948
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
19 desember 2013 08:09
Pemda DIY Memberi Penghargaan Anugerah Budaya
Yati Pesek ketika menerima penghargaan dari Paku Alam IX (Foto: Trasmara)
Yogyakarta – Tradisi tahunan pemberian penghargaan Anugerah Seni dari Pemda DIY, tahun 2013 diberikan kepada 15 orang pelestari budaya di DIY. Penghargaan itu diserahkan oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX di Bangsal Kepatihan, Rabu (18/12) malam. Para pelestari budaya, seniman dan pelestarian cagar alam mendapat tropy, piagam dan uang Rp 7,5 juta.
Mereka yang menerima adalah pelestarian adat istiadat : Sedekah Laut ( Kemadang, Gunung Kidul), Pisungsung Jaladiri (Mancingan, Parangtritis, Bantul), Sumitro (perajin Krumpyung, Hargowilis, Kulon Progo), Sastro Dinomo (Kuliner jadah tempe, Kaliurang, Sleman) dan Sukirap Amanah Pradjakahalpita (tata rias Wirobrajan, Yogyakarta).
Untuk seniman dan budayawan : Siti Sutiyah, S. Sn. (seni tari – Yogya), Suyati Sumaryo atau Yati Pesek ( seni ketoprak – Yogya), Iman Budhi Santosa (seni sastra – Yogya), Entang Wiharsa (seni rupa – Kalasan, Sleman) dan Sadipan (karawitan – Karangmojo, Gunung Kidul).
Pelestarian cagar budaya : Kraton Yogya, Balai Kota Lama (Jl. KHA Dahlan Yogya), Bank Indonesia (Jl. P. Senopati), Inna Garuda Hotel ( Jl. Malioboro), The Phoenix Hotel (Jl. Jendral Sudirman) dan Gedung Bale Agung (komplek Kantor Pemkab Kulon Progo).
Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan yang dibacakan Wagub Paku Alam IX mengharapkan, penghargaan ini dapat memberi motivasi seniman selalu kreatif dan meningkatkan kualitas karya."Pelaku budaya selalu konsisten terus melakukan eksplorasi menggali sesuai bidangnya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya. Sebab, kebudayaan bisa menjadi perekat yang efektif. Bahkan UNESCO, telah mengakui potensi kesenian lokal yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan agar dapat eksis sesuai tuntutan zaman," kata Sultan HB X.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Drs GBPH Yudaningrat MM mengungkapkan, Yogyakarta yang dikenal menyandang predikat kota budaya tidak lepas dari kehidupan masyarakatnya dengan proses kreativias seni dan budaya. Termasuk, pelaku budaya seniman, pelestari adat tradisi dan penjaga warisan cagar budaya telah ikut andil berperan dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya. Untuk Pemda DIY, melalui Dinas Kebudayaan DIY, perlu memberi Penghargaan Anugerah Budaya kepada seniman, budayawan, pelestari adat tradisi. "Pemberian Penghargaan Anugerah Budaya ini dilaksanakan sejak tahun 1981 terus dilaksanakan oleh Pemda DIY," papar GBPH Yudaningrat. *** (Teguh R Asmara)