Minggu, 6 September 2026 |Isnain, 23 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 66
Hari ini
:
6.304
Kemarin
:
26.946
Minggu kemarin
:
32.264.566
Bulan kemarin
:
43.463.948
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
02 januari 2014 06:32
Masyarakat Sampit Antusias Ikuti Tradisi Mandi Safar
Sampit, Kalteng - Masyarakat Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah ramai-ramai menceburkan diri ke Sungai Mentaya dalam rangka tradisi tahunan yakni mandi Safar.
"Terlepas polemik soal hukumnya menurut Islam, tapi saya melihat ini lebih pada tradisi dan agenda wisata. Filosofi orang mandi itu kan untuk menyucikan diri, jadi menurut saya tidak masalah," kata Khairil, salah seorang warga Sampit, Rabu.
Mandi Safar adalah tradisi lama yang hingga kini masih dilestarikan masyarakat Kotim. Tradisi ini dilaksanakan tiap hari Rabu terakhir di bulan Safar yakni dengan mandi bercebur ke Sungai Mentaya.
Mandi dengan bercebur ke sungai mengandung filosofi membersihkan diri dari hal-hal negatif sehingga diharapkan bisa terhindar dari bala bencana dan kesialan seiring bersihnya badan usai mandi bercebur di Sungai Mentaya.
Tradisi yang tidak diketahui sejak kapan munculnya itu kini dikemas secara apik dan dijadikan event pariwisata Kotim yang sudah cukup dikenal secara nasional.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, mandi Safar kembali dipusatkan di sekitar dermaga Pusat Perbelanjaan Mentaya. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan jajaran pemerintah daerah terlihat hadir dalam acara mandi Safar tersebut.
Masyarakat dari berbagai penjuru Kota Sampit tampak antusias hadir. Bahkan sebagian datang dari kawasan luar kota dengan berbekal pelampung atau ban dalam yang kemudian mereka gunakan untuk mandi di Sungai Mentaya.
Sebelum seremonial mandi Safar, acara diawali dengan pembacaan doa dengan harapan Kotim dan masyarakatnya terhindar dari berbagai bencana yang mungkin saja muncul.
Usai doa bersama yang disertai sedikit upacara adat mandi Safar pun dimulai. Masyarakat dan para pejabat ramai-ramai menceburkan diri ke Sungai Mentaya.
Bupati Kotim H Supian Hadi, Wakil Bupati HM Taufiq Mukri, Ketua DPRD Kotim, Jhon Krislie, Kapolres, Dandim dan para pejabat lainnya tampak berbaur bersama masyarakat.
Tidak hanya di sekitar seremonial acara mandi Safar di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya, ribuan warga di sepanjang Sungai Mentaya, khususnya di Kecamatan Baamang, Ketapang dan Seranau juga ramai-ramai mandi di sungai.