Close
 
Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 1.946
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

03 februari 2014 03:03

Gelar Budaya Triharjo Gairahkan Budaya Lokal

Gelar Budaya Triharjo Gairahkan Budaya Lokal
Salah satu kesenian tradisional unjuk kebolehan (Foto: Trasmara)

Sleman, Yogyakarta - Meski baru pertama kali diadakan, Gelar Budaya Triharjo, Sleman mendapat dukungan dari 70 kelompok berbagai kesenian dan berlangsung meriah. Gelar Budaya yang menghabiskan dana Rp 30 juta ini, diisi dengan pawai kendaraan hias dan andong hias, Minggu (2/2). Di atas kendaraan hias, para peserta menyajikan kesenian lewat bunyi-bunyian seperti musik angklung, mocopat, dan gamelan.

Kirab budaya ini diberangkatkan dari Balai Desa Triharjo yang lama (dekat pasar Sleman) menuju ke Balai Desa Triharjo yang baru di jl. Magelang dengan menempuh jarak 12 km melewati beberapa padukuhan. “Gelar budaya Ini pertama kali diadakan. Tujuannya untuk menghidupkan budaya lokal,” kata Gigih Wijaya yang ditemui Jogjatrip sebelum pawai diberangkatkan.

Menurut Gigih Wijaya, perhelatan yang dibantu dana dari Dinas Pariwisata DIY sebesar Rp15 juta ini diikuti oleh perwakilan dari 12 pedukuhan di Triharjo. Mereka mengeluarkan kelompok keseniannya atau hasil tani di daerahnya. Tidak mengherankan jika ada kendaraan yang mengusung gunungan dari hasil pertanian. Gunungan tersebut dirangkai dari hasil tani berupa tomat, kacang, wortel, kubis, dan terong.

Gelar Budaya Triharjo ini nantinya akan dijadikan event tahunan untuk menarik para wisatawan. Di Triharjo sendiri tidak ada desa wisata tapi mengandalkan produksi batik dan berbagai kesenian yang masih hidup di desa. Event ini diselenggarakan dengan format perlombaan. “Para peserta kirab budaya ini akan dinilai dan pemenangnya dapat tropi dari panitia serta uang pembinaan,” kata Gigih.

Sementara itu Kepala Desa Triharjo Irawan yang ditemui terpisah mengungkapkan, adanya Gelar Budaya Triharjo bisa menghidupkan kembali kesenian yang mati suri, seperti kesenian wayang orang dan Kubro Siswo. Kesenian ini memang perlu tampil ke permukaan. Soal biaya penyelenggaraan sudah tidak ada masalah. “Kegiatan ini dibiayai dengan bantuan dari Dinas Pariwisata DIY, APBD Desa dan swadaya masyarakat,” kata Irawan yang baru dua bulan lebih menjabat sebagai Kepala Desa Triharjo. *** (Teguh R Asmara)

Sumber: http://news.detik.com


Dibaca : 2.238 kali.

Tuliskan komentar Anda !