Close
 
Jumat, 17 April 2026   |   Sabtu, 29 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 72
Hari ini : 23.941
Kemarin : 36.578
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

04 maret 2014 08:26

Kamus Bahasa Lampung Pertama Dikembalikan ke Lampung

Kamus Bahasa Lampung Pertama Dikembalikan ke Lampung
Ilustrasi: Aksara Lampung

Bandarlampung, Lampung - Kamus bahasa Lampung pertama yang disusun oleh Herman Neubronner van der Tuuk (1824--1894), ahli bahasa dan budaya Nusantara asal Belanda, setelah sekitar 1,5 abad tersimpan di Belanda, kini telah kembali ke Lampung.

Menurut Manager Lembaga Amil Zakat (LAZ) Lampung Peduli Umaruddin Ismail mendampingi J Panji Utama, wakil dari pihak yang berinisiatif mengembalikan kamus karangan H N van der Tuuk itu, di Bandarlampung, Kamis (27/2), kamus bahasa Lampung yang pertama disusun tersebut dibuat saat van der Tuuk menetap di Lampung (1868--1869), tepatnya di tepi Sungai (Way) Seputih.

Namun, informasi tersebut tidak banyak diketahui bahwa kamus tersebut selama ini tersimpan di perpustakaan Universitas Leiden Belanda selama sekitar 1,5 abad lamanya. Bahkan, diperkirakan belum ada orang Lampung yang pernah melihat bentuk dan isi kamus tersebut.

Masyarakat Lampung melalui konsolidasi dan fasilitasi Lampung Peduli telah berupaya mendapatkan kembali kamus tersebut secara mandiri. Atas bantuan dan kerja sama dengan Kedutaan Besar Belanda, perpustakaan Universitas Leiden Belanda, dan Kepala Erasmus Taalcentrum Jakarta, kamus bahasa Lampung pertama karya H N van der Tuuk itu kini telah kembali ke Lampung.

Herman Neubronner van der Tuuk adalah yang pertama kali membuat kamus bahasa Batak, Bali, dan Lampung. Ahli bahasa dan pembuat kamus (leksikografer) itu juga menjadi editor kamus Melayu (Von den Wall), Jawa, dan lain-lainnya.

Menurut Panji Utama, kamus bahasa Lampung pertama karangan van der Tuuk dapat diibaratkan sebagai salah satu harga diri Lampung yang sekian lama terabaikan.

"Upaya untuk mendapatkan kembali kamus tersebut adalah langkah konkret yang telah dilakukan oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya pengembangan dan pelestarian budaya, sejarah, dan bahasa Lampung," katanya pula.


Dibaca : 1.492 kali.

Tuliskan komentar Anda !