Close
 
Kamis, 11 Juni 2026   |   Jum'ah, 25 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.333
Hari ini : 18.706
Kemarin : 58.870
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

12 april 2014 04:08

Revitalisasi Malioboro Pertahankan Warisan Budaya

Revitalisasi Malioboro Pertahankan Warisan Budaya

Yogyakarta - Proyek revitalisasi kawasan Malioboro akan tetap mempertahankan bangunan-bangunan warisan budaya yang ada di kawasan tersebut."Yang perlu dikawal, apakah revitalisasi masuk dalam city heritage atau tidak," kata Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Didik Purwadi saat ditemui usai rapat pada Jumat, 11 April 2014.

Selama ini sudah dibentuk tim untuk memastikan perlindungan terhadap warisan budaya  yang berasal tim dari Dinas Kebudayaan dan tim yang dibentuk Gubernur Yogkarta,  yaitu Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya (DP2WB). (Baca: Kotabaru, Yogya, Dibagi Jadi Lima Kawasan Wisata)

Didik menyatakan, banyak bangunan yang masuk warisan budaya seperti sebagian besar bangunan stasiun Tugu, berikut bangunan rumah dan pertokoan di kawasan Malioboro. Dia mencontohkan, apabila proyek revitalisasi nanti mengenai sebuah rumah, maka apakah rumah tersebut akan dikorbankan atau dipertahankan. "Kami tidak akan merombak bangunan warisan budaya yang menjadi ciri keistimewaan DIY,"  katanya . (Baca: Yogya Batasi Bangunan Baru di Kawasan Cagar Budaya)

Kepala Seksi Purbakala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi Pratiwi menambahkan, proyek revitalisasi tersebut dibagi dalam beberapa kelompok kerja. Meliputi pokja perencanaan dan infrastruktur, serta pokja heritage yang terdiri dari dari Dinas Kebudayaan DIY.

"Revitalisasi harus tetap mengacu pada regulasi tentang pelestarian cagar budaya," kata Dian. Dinas Kebudayaan DIY telah menginventarisir titik-titik bangunan yang masuk dalam warisan budaya. Bangunan-bangunan tersebut akan dibahas dan dimatangkan bersama DP2WB.

Didik menambahkan, dalam kurun waktu lima bulan hingga Juni adalah proses pembahasan dan sosialisasi soal revitalisasi tersebut. Proyek yang dibiayai Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tersebut melibatkan pemerintah kota Yogyakarta, pemerintah DIY, PT Kereta Api Indonesia, dan keraton Yogyakarta karena menggunakan tanah Sultan.

Fokus revitalisasi meliputi pengembangan stasiun Tugu, penataan pedestrian Malioboro, dan pembangunan kantong parkir. Lokasi parkir yang dibangun meliputi ruang bawah tanah stasiun Tugu, gedung bekas Kantor Pekerjaan Umum, bekas bioskop Indra, serta parkir Pasar Sore Malioboro. "Ini baru pematangan konsep. Tugas saya segera mensosialisasikan pada teman-teman parkir," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Malioboro Syarif Teguh.


Dibaca : 2.652 kali.

Tuliskan komentar Anda !