Close
 
Jumat, 12 Juni 2026   |   Sabtu, 26 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 74
Hari ini : 6.446
Kemarin : 20.067
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

09 mei 2014 15:18

Lokakarya Bahasa Nusantara: Meretas Ironi Kukuhkan Silaturahmi

Lokakarya Bahasa Nusantara: Meretas Ironi Kukuhkan Silaturahmi

Yogyakarta, Melayuonline.com - Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) bekerja sama dengan Universiti Putra Malaysia (UPM) akan menyelenggarakan acara lokakarya bahasa hari Sabtu (10-12/05) bertempat di Ruang Pertemuan Balai Melayu, jalan Gambiran no. 85, Yogyakarta.

Lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari memorandum kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Datuk Cendekia Hikmatullah Mahyudin Al Mudra, SH., MM., dari pihak BKPBM dan Prof. Datuk Dr. Mohd Fauzi bin Ramlan dari pihak UPM, pada pertengahan November 2013 yang lalu. Dalam memorandum tersebut, disepakati dua lembaga Melayu ini untuk bekerja sama melakukan penelitian dalam bidang bahasa, sastra dan budaya Melayu Nusantara.

Sebagai langkah awal kerja konkrit dari kesepakatan tersebut adalah menyelenggarakan lokakarya dengan tajuk Lokakarya Pengumpulan Data Kamus Komunikatif Bahasa Nusantara, yang akan membahas sekitar bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia yang komunikatif, bahasa yang dipakai dalam komunikasi sehari-hari, terutama kata-kata atau ungkapan-ungkapan yang terdapat dalam media massa nasional kedua negara. Tujuan formal kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya awal menggali data untuk pembuatan Kamus Besar Bahasa Nusantara. Tujuan yang lebih besar dari itu adalah untuk meretas ironisme komunikasi dalam berbahasa antar bangsa Melayu Serumpun.


Mahyudin Al Mudra, SH, MM. dan Dr. Mohd Sharifudin Yusop saat menyampaikan kata aluan dalam acara ramah tamah jelang Lokakarya Bahasa Nusantara.

“Komunikasi bahasa orang Malaysia dengan orang Indonesia yang sama-sama mengaku serumpun Melayu justru menemui kendala serius ketika mereka menggunakan bahasa Melayu negara mereka masing-masing,” kata Mahyudin Al Mudra dalam sambutannya pada acara ramah tamah.

“Anehnya, komunikasi antar anak dua bangsa yang bertetangga dan punya latar belakang bahasa yang sama ini akan menjadi lancar ketika mereka menggunakan bahasa Inggris,” lanjut Bang MAM, panggilan akrab Mahyudin Al Mudra.  “Ini sebuah ironi yang sangat besar,” tekan Bang MAM berulangkali dengan penuh keprihatinan.

Lokakarya ini hanya menyertakan kalangan terbatas, di antaranya melibatkan 25 Dosen dan mahasiswa pascasarjana dari Universiti Putra Malaysia, pegiat BKPBM, tokoh-tokoh Melayu di Yogyakarta, wartawan, serta dosen dan mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta.


Rombongan peserta lokakarya dari Universiti Putra Malaysia tiba di Balai Melayu

Rombongan peserta lokakarya dari UPM sebanyak 25 orang yang dipimpin oleh Dr. Mohd Sharifudin Yusop mulai tiba di BKPBM Yogyakarta hari Jum’at pada pukul 15.00 WIB. Mereka disambut hangat oleh ketua penyelenggara lokakarya, Astrin Indriaswati, SE. beserta staff BKPBM lainnya. Para tamu dari negara jiran ini akan ditempatkan di Balai Melayu Museum Hotel, Jalan Gambiran 85 Yogyakarta.

“Kami telah siapkan bilik-bilik indah yang kental bernuansa Melayu di hotel ini, di antaranya kamar Mahligai Seri Utama (Suite Room) dan Mahligai Seri Maharaja (Junior Suite Room). Selain itu kami sediakan juga yang Deluxe Room, di antaranya Mahligai Seri Laksamana, Mahligai Seri Mersing, Mahligai Swarna Bumi, Mahligai Swarna Dwipa, dan yang lainnya,” kata Astrin yang juga menjabat sebagai Manajer SDM di Hotel ini, penuh semangat.


Para tamu dari UPM menikmati jamuan makan malam di Balai Melayu-Museum Hotel

Pada malam harinya, para tamu istimewa ini disambut secara resmi oleh Ketua BKPBM, Mahyudin Al Mudra, SH. MM. beserta kru dalam sebuah jamuan makan malam (dinner) diiringi lagu-lagu Melayu yang didendangkan oleh para tamu undangan. Usai makan malam pertemuan diisi dengan bincang-bincang ringan hingga terkesan semakin mengakrabkan hubungan. “Semoga silaturahmi ini semakin kukuh ke depannya,” Ujar Dr. Mohd Sharifudin Yusop, dalam sambutannya sambil memperkenalkan anggota rombongannya.


Bang MAM dan Bang Sharifudin serta mahasiswa UPM tampil dalam dendang Melayu

Kegembiraan jelas menyemburat dari wajah saudara-saudara serantau ini, dan sedikitpun tak membekas raut lelah meskipun telah melakukan perjalanan jauh. Tentu saja, bukan hanya karena lagu Melayu yang mereka nikmati, tetapi lebih berkat azam mereka semua untuk turut meninggikan Tamadun Melayu di Pentas Dunia. ***(Agus Najib Afwan/01/05-14)


Dibaca : 1.921 kali.

Tuliskan komentar Anda !