Close
 
Jumat, 12 Juni 2026   |   Sabtu, 26 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 59
Hari ini : 6.496
Kemarin : 20.067
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

13 mei 2014 02:05

Selepas Lokakarya Bahasa, Beza Jadi Mesra

Selepas Lokakarya Bahasa, Beza Jadi Mesra
Bang MAM dan Bang Sharifudin di tengah kerumunan peserta lokakarya dari Malaysia

Yogyakarta, Melayuonline.com – “Selamat jalan, semoga selamat sampai tujuan,” itulah penggalan ucapan perpisahan Ketua sekaligus Pendiri Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), Mahyudin Al Mudra, SH, MM. dalam forum sederhana saat melepas secara resmi 25 orang dosen dan mahasiswa pascasarjana dari Universiti Putra Malaysia sebagai peserta Lokakarya Pengumpulan Data Kamus Komunikatif Bahasa Nusantara yang rangkaian acaranya telah berlangsung sejak Jum’at hingga Senin (09-12/05).

Bahasa merupakan alat komunikasi utama dalam tata pergaulan manusia, baik antar pribadi maupun antar organisasi. Dengan pemahaman bahasa yang baik akan menghasilkan komunikasi yang baik pula. Kesalahpahaman yang mengakibatkan hubungan menjadi buruk, gaduh, bahkan menjurus konflik akan terhindarkan. Fakta inilah yang tersaji saat lokakarya kerjasama antara BKPBM dan Fakulti Bahasa Moden dan Komunikasi (FBMK), UPM di Balai Melayu, jalan Gambiran 85, Yogyakarta sedang berlangsung.


Pesrta lokakarya sedang serius berdiskusi dalam kelompok

Perbezaan kata dan ungkapan yang mengemuka atau yang sengaja dikemukakan dalam forum lokakarya ini tidak menjadikan peserta menjadi gusar dan panas telinga. Panas hati apatah lagi, tak lah. Sebaliknya, ungkapan yang sama tetapi memiliki makna yang jauh berbeza di kedua bahasa, Malaysia dan Indonesia, justru menjadi momen penyegar suasana kerana banyak menimbulkan kejenakaan. Tak cukup senyum simpul, peserta pun suka bergelak tawa.

Perpaduan mahasiswa dari Malaysia dan Indonesia dalam lokakarya ini dibagi dalam beberapa kelompok secara bersama, kemudian mereka ditugaskan untuk mencari dan menemukan kata-kata atau ungkapan-ungkapan yang tidak dipahami oleh peserta diskusi kelompok tersebut. Di tengah keseriusan mereka inilah tak jarang terlihat canda dan terdengar tawa karena perbedaan arti kata yang mereka diskusikan. Perbedaan justru menyatukan mereka bahkan hubungan yang terjalin selepas diskusi kelompok ini semakin erat dan mesra.

Gelak tawa mewarnai keseriusan peserta dalam diskusi kelompok

“Saya sangat berbahagia karena impian kita untuk menjalin hubungan kultural dan emosional di tengah silang sengketa berulang-ulang antar kedua negara serumpun ini telah terlihat meski dalam skala kecil,” ujar Bang MAM dalam forum yang sama.

“Saya juga bangga dan kita semua harus bangga dengan apa yang telah kita lakukan dalam lokakarya ini,” lanjutnya saat acara perpisahan Senin (12/05) pagi. “Karena apa yang kita citakan dengan mambuat mahakarya kamus bahasa nusantara merupakan prestasi tersendiri, dan kelak akan bermanfaat besar bagi bangsa kita,” ujar Bang MAM yang bergelar Datuk Cendekia Hikmatullah ini, meyakinkan.

Kerja kelompok ini telah diplenokan dan menghasilkan ribuan kata dan ungkapan yang kelak akan disusun sebagai entri Kamus Komunikatif Bahasa Nusantara. Bang MAM berharap, kerja nyata dari ide cemerlang ini bisa bermanfaat bagi proses kegiatan akademis para mahasiswa dan bisa menambah nilai dalam mata kuliah. “Seharusnya, seluruh mahasiswa yang mengikuti lokakarya ini, dalam mata kuliah terakit, diberi nilai A, atau bahkan A+,” seloroh Bang MAM sembari melirik Dr. H. Mohd Sharifudin Yusop. Mahasiswa pun bertepuk tangan dan tertawa renyah menyambutnya, sementara Bang Sharifudin, selaku Pensyarah Kanan dari FBMK, UPM, yang merasa ditimpali canda terlihat mangangguk-angguk sembari tersenyum lebar. 

Foto bersama Bang MAM dan Bang Sharifudin sesaat sebelum keberangkatan pulang

Di akhir sambutannya, Bang MAM memohon maaf atas pelayanan yang mungkin kurang memuaskan selama perhelatan ini. Beliau berharap kelak bersua kembali dalam kondisi yang jauh lebih baik lagi. Sebelum keberangkatan tamu dari negeri seberang ini, dilakukan pengambilan gambar dengan foto bersama di lingkungan Balai Melayu. Selamat jalan, saudaraku.***(Agus Najib Afwan/02/05-14)


Dibaca : 1.894 kali.

Tuliskan komentar Anda !