Close
 
Sabtu, 1 Agustus 2026   |   Ahad, 16 Shafar 1448 H
Pengunjung Online : 23
Hari ini : 8.312
Kemarin : 27.225
Minggu kemarin : 203.350
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

25 juni 2014 03:35

Festival Meriam Karbit Siap Digelar di Pontianak

Festival Meriam Karbit Siap Digelar di Pontianak
Anak-anak membersihkan meriam karbit yang terbuat dari kayu yang baru diangkat dari Sungai Kapuas.

Pontianak, Kalbar - Salah satu permainan tradisional Nusantara, yaitu meriam karbit dari Pontianak akan memeriahkan malam takbiran memasuki awal Ramadhan. Sebanyak 43 kelompok meriam karbit siap bertempur di tepian Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Alham, Ketua I Forum Komunikasi Tradisi Meriam Karbit Seni dan Budaya Pontianak, mengutarakan bahwa festival tahunan ini diselenggarakan untuk melestarikan tradisi masyarakat Melayu Kota Pontianak. Kali ini tradisi itu pun dilombakan. Festival Meriam Karbit ini memperebutkan piala dari Pemerintah Kota Pontianak. Sementara itu, dewan juri berasal dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat dan Kota Pontianak.

Masing-masing kelompok akan dinilai berdasarkan bunyi meriam mereka. Satu kelompok bisa memiliki meriam maksimal lima buah. Di sinilah kekompakan bunyi meriam juga mempengaruhi penjurian. Sebelumnya setiap meriam yang diikutsertakan terlebih dahulu akan dihias dengan beragam dekorasi. Hanya meriam sesuai kriteria yang dapat mengikuti penilaian.

Atraksi permainan meriam karbit memiliki sejarah yang menarik. Konon, Kesultanan Kadriah Pontianak yang berdiri pada 1771-1808, membunyikan meriam demi mengusir hantu-hantu kuntilanak yang gentayangan di Kota Pontianak. Bunyi kerasnya juga sering digunakan untuk menandakan waktu azan maghrib.

Seiring berjalannya waktu, meriam karbit dihidupkan menjadi daya tarik pariwisata. Meriam yang dimaksud bukanlah senjata yang digunakan oleh VOC namun meriam tradisional yang dibuat dari kayu durian ataupun pohon kelapa yang cukup keras. Kayu dibelah dan diikat dengan tali rotan seberat 100 kilogram per meriam. Setelah itu, meriam dibersihkan dan diberi cat dengan warna yang menarik.

Untuk membuat lima unit meriam, setidaknya membutuhkan biaya sekitar Rp 15 juta hingga Rp 30 juta, tergantung persediaan kayu meriam yang sudah dimiliki peserta. Jika sudah pernah mengikuti kompetisi ini, biaya yang dikeluarkan semakin ringan.

Sumber: http://travel.kompas.com


Dibaca : 1.380 kali.

Tuliskan komentar Anda !