Close
 
Rabu, 29 April 2026   |   Khamis, 12 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.898
Kemarin : 22.835
Minggu kemarin : 169.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

06 sepember 2014 04:53

Festival Siti Nurbaya Gelar Lomba "Manggiliang Lado"

Festival Siti Nurbaya Gelar Lomba "Manggiliang Lado"
Ibu-ibu sedang mengiuti lomba Giling Cabe

Padang, Sumbar - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat akan mengelar Festival Siti Nurbaya (FSN) di Lapau Panjang Chimpago (LPC) Purus, 18--27 September 2014.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Padang Dian Fakri di Padang, Kamis, mengatakan bahwa pemilihan tempat tersebut sebagai lokasi pelaksanaan FSN pada tahun 2014 karena LPC lebih luas dari lokasi yang berada depan Kantor Disbudpar.

"LPC Purus lokasinya tersebut relatif luas dan dapat menampung lebih banyak pengunjung," kata dia.

Selain itu, kata dia, masyarakat nantinya juga bisa melihat perkembangan Pantai Padang yang telah dilakukan penataan oleh Pemkot Padang, yaitu dengan dibangunnya Lapau Panjang Cimpago atau disebut LPC sebagai tempat pedagang.

Sebelumnya, para pedagang mendirikan warung di bibir pantai sehingga mengganggu keindahan pantai. Dengan pengalihan warung-warung pedagang, bibir pantai dapat ditata dengan indah.

"Kita berharap dengan dipusatkannya kegiatan ini di Danau Cimpago akan lebih meningkatkan geliat pariwisata di kawasan Pantai Padang sekaligus mengurangi aktivitas asusila pengunjung di bawah payung ceper," kata dia.

Kemudian, untuk persiapan pelaksanaan FSN tersebut, kata dia, sudah hampir 100 persen.

Meski demikian, FSN IV ini tidak ada menambah kegiatannya jika dibandingkan dengan yang lalu. Namun, pihak Disbudpar mencanangkan kegiatan FSN kali ini lebih meriah dan budaya yang ditampil dan diperlombakan lebih banyak.

Budaya masyarakat yang akan ditampilkan dan dilombakan dalam festival ini, di antaranya "manggiliang lado" (menggiling cabai), membuat jus pinang, "mangkukua karambia" (mengkukur kelapa), dan "malamang" (membuat lamang).

Selain itu, lomba baju kurung basiba dan permainan anak nagari seperti sandal timpuruang, lomba Tari Pasambahan, lagu Minang, Randai, Gamat.

Dia menambahkan, untuk menyukseskan kegiatan tersebut, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp570 juta. Jumlah tersebut sudah termasuk untuk hadiah bagi masing-masing perlombaan.

Sumber: http://www.antaranews.com
Foto: http://en.tempo.co


Dibaca : 1.095 kali.

Tuliskan komentar Anda !