Rabu, 29 April 2026   |   Khamis, 12 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.819
Kemarin : 22.835
Minggu kemarin : 169.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

10 sepember 2014 06:26

Perlu Inovasi Lagu Daerah

Perlu Inovasi Lagu Daerah

Jakarta - Indonesia memiliki warisan lagu daerah yang kaya, namun untuk tetap bertahan dan diterima masyarakat saat ini, musik itu harus dapat berinovasi, kata pendiri Institut Musik Daya Indonesia, Prof Tjut Nyak Deviana Daudsjah.

"Saya belum cukup mengkaji untuk menjawab sejauh mana dukungan pemerintah dalam mendokumentasi musik-musik daerah, yang saya lihat sich sudah banyak upaya-upaya ke hal itu hanya belum maksimal," katanya, di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Senin.

Deviana optimis musik daerah di Indonesia telah mengalami kemajuan sedikit demi sedikit, karena ada usaha-usaha baik dari pemerintah maupun seniman untuk membuat musik ini tetap bergaung.

Menurut dia, lagu-lagu daerah bermasa depan cemerlang jika didukung pendidikan musik yang memadai.

Ia menyayangkan media yang kurang mendukung program yang menampilkan musik daerah. Media saat ini masih mementingkan rating.

Untuk mendokumentasikan musik daerah Tjut Nyak Deviana Daudsjah mengemas 10 lagu daerah menjadi musik okestra yang diluncurkan dalam album Symphonic Tales of Indonesia.

Lagu-lagu itu adalah Ayo Mama, Keroncong Kemayoran, Angin Mamiri, Papaya Cha Cha, Yamko Rambe Yamko, Jembatan Merah, Cublak Cublak Suweng, O Inani Keke, Bungong Jeumpa, dan Rayuan Pulau Kelapa.

"Memang lagu-lagu yang ada di album ini tidak dapat mewakili seluruh lagu daerah di Indonesia, setidaknya saya memasukkan lagu dari Sabang sampai Merauke," katanya.

Sumber: http://www.antaranews.com


Dibaca : 978 kali.

Tuliskan komentar Anda !