Close
 
Jumat, 17 April 2026   |   Sabtu, 29 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 75
Hari ini : 23.906
Kemarin : 36.578
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

16 sepember 2014 04:00

Alami Penjajahan Ilmu, Indonesia Miskin Buku Sastra Budaya

Alami Penjajahan Ilmu, Indonesia Miskin Buku Sastra Budaya

Medan, Sumut - Buku karya sastra dan budaya yang dihasilkan di Indonesia dewasa ini dinilai masih sangat minim, padahal sebenarnya dapat juga dijadikan sebagai media mempromosikan tentang bangsa ini di mata internasional.

"Padahal karya sastra adalah karya yang akan dikenang sepanjang masa," kata Guru Besar Sastra dan Budaya Austronesia Universitas Hamburg, Jerman, Prof. Jan van der Putten, di Medan, Sabtu (13/9).

Menurut dia, minimnya karya sastra itu disebabkan banyak hal seperti biokrasi yang kurang berpihak, kurangnya penghargaan terhadap sastra, dan tidak adanya pengajaran penerjemahan di perguruan tinggi.

Saat ini, Indonesia hanya cukup bangga menjadi konsumen teori-teori dari barat, padahal itu merupakan bentuk penjajahan melalui Ilmu Pengetahuan.

"Teori dari barat dipakai di sini, dipuja-puja, itulah bentuk penjajahan baru, penjajahan ilmu,"katanya.

Menurut dia, Book Fair yang akan di gelar di Frankfurt, Jerman 2015, sebenarnya dapat menjadi ajang untuk mempresentasikan diri supaya Indonesia lebih dikenal di dunia Internasional.

Selama ini, presentasi diri Indonesia sangat minim sekali melalui karya sastra dan budaya, demikian juga dengan yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing masih sangat sedikit.

"Karya sastra yang paling banyak diterjemahkan itu hanya sedikit, seperti karya Pramoedya, atau Laskar Pelangi karya Andrea Hirata," katanya.

Sumber: http://www.beritasatu.com


Dibaca : 1.237 kali.

Tuliskan komentar Anda !