Close
 
Sabtu, 13 Juni 2026   |   Ahad, 27 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.050
Hari ini : 13.820
Kemarin : 18.252
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

10 oktober 2014 06:22

Terkait "Booth" Malaysia, Wamendikbud: Jaga dan Banggakan Budaya Indonesia

Terkait "Booth" Malaysia, Wamendikbud: Jaga dan Banggakan Budaya Indonesia

Frankfurt, Jerman - Penampilan booth Malaysia dalam Frankfurt Book Fair (FBF) yang mengusung tema "Unity in Diversity" dan gambar foto penari Dayak tidak perlu ditanggapi berlebihan. Menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan, Wiendu Nuryanti, pada intinya kebudayaan harus dijaga dan dibanggakan.

"Kuncinya, kita harus jaga, pelihara. Kita harus bangga dengan budaya kita, kalau tidak orang lain yang membanggakan," ujar Wiendu di sela FBF di Frankfurt, Jerman, Rabu (8/10).

Wiendu mengatakan istilah Unity and Diversity memang bersifat umum, tapi sebenarnya sudah sangat melekat dalam diri bangsa Indonesia.

"Seharusnya (Malaysia) etika sajalah karena itu sudah melekat di kita," ujarnya.

Terkait tarian Dayak, Wiendu mengatakan Indonesia harus betul-betul mengutamakan kebudayaan di daerah perbatasan. Dia mencontohkan sejumlah sengketa dengan Malaysia di daerah perbatasan seperti kasus Sipadan dan Lingitan, Pulau Derawan, dan Pulau Natuna.

"Mereka punya bukti bahwa mereka lebih memelihara dan ada petanya," kata Wiendu.

Sementara itu, Ketua Bahagian Penerbitan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Haviza, mengatakan, pemilihan tema booth ditentukan oleh Majlis Buku Kebangsaan Malaysia (MBKM). Malaysia sudah mengikuti FBF sekitar 10 tahun lalu, di mana tema booth selalu berganti setiap tahun.

"Unity in Diversity artinya berbagai penerbit bersatu di bawah organisasi MBKM. Itu yang jadi payung yang organize penerbit," kata Haviza.

Terkait gambar penari Dayak, Haviza mengatakan gambar itu bukan penari Dayak tetapi para penari dari Serawak Malaysia yang menarikan tarian Ngajak. Dalam Tari Ngajak terkandung semangat kepahlawanan saat perang. Senjata yang digunakan dalam tarian itu berupa lembing dan keris.

"Di Malaysia ada berbagai macam keris. Tapi di Indonesia lain pula sejarahnya," katanya.


Dibaca : 1.296 kali.

Tuliskan komentar Anda !