Sabtu, 13 Juni 2026   |   Ahad, 27 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 460
Hari ini : 9.575
Kemarin : 18.252
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

06 november 2014 05:47

Festival Budaya Kota Tua Bakal Hibur Warga Jakarta Selama 2 hari

Festival Budaya Kota Tua Bakal Hibur Warga Jakarta Selama 2 hari

Jakarta - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bakal menggelar Festival Kebudayaan di Kota Tua pada 8-9 November mendatang. Dengan menghabiskan dana Rp 250 juta, berbagai macam hiburan dan kesenian rakyat akan ditampilkan.

Kepala Seksi Pergelaran dan Pameran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wawan HR mengatakan, bahwa tujuan festival tersebut untuk menghibur masyarakat dengan bertemakan tempo dulu. Berbagai acara itu akan diselenggarakan di Taman Fatahillah dan sekitarnya.

"Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin untuk mempromosikan heritage kawasan Kota Tua," ujar Wawan HR di kantor Walikota Jakarta Barat, Rabu (5/11).

Dia menambahkan, acara festival ini sudah diadakan delapan kali dengan menampilkan hiburan hiburan kesenian Betawi seperti tarian, gambang kromong, Band Batavia dan band yang bertema Koes Ploes. "Nantinya jalan sekitar Taman Fatahillah akan dialihkan agar pengunjung leluasa. Tapi saya enggak tahu dialihkannya ke mana," imbuhnya.

Tak hanya itu, acara tersebut mengikutsertakan sanggar-sanggar kesenian Betawi dan pertunjukan etnis China seperti barongsai dan wushu. "Pembukaan acara akan dimulai cerita kolosal tokoh Betawi Bang Pi'i seorang preman yang menjadi menteri pertahanan zaman Soekarno. Dilanjutkan lawakan dari BBM (Bolot, Burhan dan Malih)," ujarnya.

Dia pun menambahkan, acara tersebut juga tidak akan mengganggu rencana revitalisasi Kota Tua. "Persiapan sudah delapan lima persen, itu pun tidak mengganggu revitalisasi," tukasnya.

Wawan mengungkapkan, kendala di balik penyelenggaraan festival ini adalah banyaknya pedagang kaki lima dan preman di lokasi yang kerap melakukan pungli terhadap pengunjung.

"Kendalanya kita PKL (pedagang kaki lima) dan preman yang suka pungli. Ya kan banyak preman dan PKL di situ," ujarnya.

Meski begitu, panitia akan mengerahkan Satpol PP dibantu aparat Polres Jakarta Pusat dan Polsek setempat untuk mengamankan pelaksanaan festival.

"Kita juga bekerjasama dengan Kodim yang nantinya akan mengenakan pakaian kebudayaan. Bahkan ada pawainya di sekitar Taman Fatahillah," ujar Wawan.

Wawan menjelaskan, festival akan dibuka oleh Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.


Dibaca : 1.756 kali.

Tuliskan komentar Anda !