Close
 
Rabu, 29 April 2026   |   Khamis, 12 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 6.435
Kemarin : 22.835
Minggu kemarin : 169.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

08 november 2014 06:46

Pesta Seni dan Budaya Dayak Pamerkan Permainan Pangkak Gasing

Pesta Seni dan Budaya Dayak Pamerkan Permainan Pangkak Gasing
Ilustrasi: Gasing

Yogyakarta - Puluhan remaja baik putra maupun putri tapak mengenakan pakaian adat Dayak dan berkumpul di halaman Pusat kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri UGM, Jumat (7/11/2014). Tidak hanya berkumpul, beberapa diantara mereka memainkan permainan tradisional Dayak, salah satunya adalah Pangkak Gangsing.

Permainan Pangkak Gangsing adalah satu permainan tradisional Dayak yang diperlombakan dalam acara Pesta Seni dan Budaya Dayak 2014 yang diselenggrakan oleh ikatan pelajar dan mahasiswa seluruh Kalimantan di Yogyakarta.

Menurut salah satu peserta Pangkak Gangsing, Hendra Hutagalung, di Kalimantan permainan ini sering dilakukan selepas masa tanam padi.

“Permaianan ini sering dimainkan para lelaki Dayak, baik anak-anak maupun dewasa selepas masa tanam padi,” ungkap Hendra, di sela-sela acara pentas seni dan budaya dayak 2014, Jumat (7/14/2014).

Ditambahkannya, gangsing tersebut terbuat dari kayu ulin yang terkenal keras, dan untuk tali yang digunakan untuk memutar gangsing bernama ambuk yang terbuat dari kulit kayu.

Aturan dari permaian tersebut, salah satu orang memutar gangsingnya terlebih dahulu, kemudian pemain kedua menghantamkan gansingnya terhadap gangsing yang terlebih dahulu berputar.

Gangsing yang paling lama berputar akan menjadi pemenangnya. Tidak hanya pangkak gangsing ada beragam perlombaan seperti enggrang, menampik beras, dan menyumpit.

Ketua panitia Pesta Seni dan Budaya Dayak 2014, Stefanus Tri mengatakan, untuk tahun ini Pesta Seni dan Budaya Dayak mengambil tema Utus Dayak Mamut Menteng, Cerdas dan Menjaga Tradisi dan beralangsung dari tanggal 6 hingga 8 November 2014.

Arti dari tema yang dipilih tahun ini secara umum dalam bahasa Dayak Ngaju Kalimantan Tengah, Utus memiliki arti turunan, jati diri, sehingga definisi Utus Dayak itu sendiri adalah turunan Dayak, berjati dirinya Dayak.

Sedangkan pengertian Mamut Menteng dalam Bahasa Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah merupakan sebuah sikap, pribadi, perilaku yang gagah berani, gagah perkasa.

Sumber: http://jogja.tribunnews.com



Dibaca : 1.259 kali.

Tuliskan komentar Anda !