Close
 
Sabtu, 13 Juni 2026   |   Ahad, 27 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 515
Hari ini : 9.660
Kemarin : 18.252
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

10 november 2014 03:34

Karnaval Budaya 2014 Selendang Sutera, Legenda Suku Nusantara

Karnaval Budaya 2014 Selendang Sutera, Legenda Suku Nusantara

Yogyakarta - Ribuan masyarakat menyaksikan acara Karnaval Budaya 2014 Selendang Sutera di kawasan Pura Pakualaman Yogyakarta, Minggu (9/11/2014).

Ribuan Masyarakat tampak sangat antusias dalam menyaksikan acara karnaval budaya tersebut. Tampak dari kawasan Jalan Malioboro hingga Pura Pakualaman masyarakat berderet menyaksikan rangkaian karnaval.

Kawasan Jalan Malioboro hingga Pura Pakualaman Yogyakarta dihiasi oleh keindahan kebudayaan Indonesia. Karnaval Budaya 2014 yang bertemakan Selendang Sutera menampilkan hasil karya budaya dari 32 Provinsi di Indonesia.

Sejumlah pemuda dari Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (IKPM) turut serta dalam acara tersebut. Ada pula perwakilan dari 5 kabupaten kota di Yogyakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, GBPH Yudhaningrat yang merupakan penyelenggara Karnaval Budaya tersebut mengatakan bahwa acara ini merupakan bentuk peran serta Dinas Kebudayaan dalam memfasilitasi gelar seni tradisi di Yogyakarta.

"Kegiatan ini merupakan upaya menambah eksistensi seni budaya tradisi di Yogyakarta. Dinas Kebudayaan memfasilitasi giat budaya yang merupakan aset berharga untuk dilestarikan," ungkapnya.

Karnaval Budaya 2014 ini diikuti oleh 30 peserta dari kabupaten kota Yogyakarta dan juga kolaborasi dari 31 etnis yang ada di Yogyakarta.

Tony, salah satu warga asal Gondomanan Yogyakarta mengungkapkan bahwa dirinya sangat antusias dalam menyaksikan rangkaian karnaval. "Saya sudah sejak jam 1 siang disini. Saya bersama anak saya ingin menyaksikan kasnaval budaya ini," ungkapnya pada KRjogja.com.

Acara karnaval tersebut cukup memberikan hiburan bagi warga masyarakat Yogyakarta. "Semoga rutin diadakan acara seperti ini agar masyarakat dan anak-anak bisa mengerti tradisi," lanjutnya lagi.

Sumber: http://krjogja.com


Dibaca : 933 kali.

Tuliskan komentar Anda !