Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
21 november 2014 06:37
Disbudparpora Promosikan Budaya Rohil pada Festival Tabot Bengkulu
Bengkulu - Dalam rangka mempromosikan seni budaya Rokan Hilir ketingkat nasional, tim kesenian Rokan Hilir melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olaraga (Disbudparpora) tampil dipentas utama Festival Tabot, Provinsi Bengkulu.
Tim kesenian berangkat dari Rokan Hilir, dilepas, Sekretaris Disbudparpora, Saiman, S.Sos, menggunakan bus pariwisata ke Bengkulu.
Sampai di Bengkulu, sebelum tampil, tim kesenian, Sabtu (1/11/14) lalu sekira pukul 09.00 WIB melakukan glady untuk penguasaan panggung, penari dan pemusik terlihat mengenakan seragam berwarna biru.
Tim kesenian ini menampilkan tarian kajang pesisir, asuhan Bupati Suyatno, pimpinan rombongan, Kepala Disbudparpora, Zulkarnain Nur, koreografer, Dedek Iskandar, dan penata musik, Rinto Aman Gambus serta PPTK, Jamaris, S.Pd.
Dari sinopsis tari, menceritakan, bahan baku daun nipah yang mudah didapat, menjadikan alternative kebutuhan masyarakat. Kemiskinan yang menerpa, memberdayakan apa yang ada. Kebutuhan atap perahu untuk melaut, dengan dedaunan itu, dibuat kajang.
Kajang dianyam dengan kelembutan, kajang dibuat dengan kekompakan, kajang dibuat dengan kearifan lokal, diberi nama kajang pesisir.
Ditemani gerimis, perahu kajang yang ditumpangi membelah laut menuju Pulau jemur, cuaca tak bersahabat, keluar dari mulut pelabuhan Pasir Limau Kapas, gelombang setinggi setengah meter sudah menghadang perahu kajang.
Perahu kajang dibanting gelombang, sebagian berteriak kegirangan, sebagian cemas dengan kematian. Kebanyakan nelayan mencari ikan, untuk kehidupan.
Seiring berkembangkannya zaman, kajang atap perahu terus berkembang pula, dibutuhkan kapal yang lebih kuat dan mampu mengarungi lautan, ditingkatkan menjadi pembuatan kapal lancang kuning.
Lancang kuning berlayar malam, berlayar sampai ketujuan, kajang pesisir membelah kelam, sebagai jembatan menuju kejayaan.
Kajang pesisir jangan hanya sampai membahana di Riau, meski hanya dedaunan, dedaunan itu akan menjadikan atap bagi Sumatera. Titik tolak menjadikan Riau sebagai lokomotif perekonomian Sumatera dimasa datang.
Saat tampil malam harinya, tim kesenian ini memukau, disaksikan ribuan pengunjung dan masyarakat Bengkulu, mereka kagum akan seni budaya Riau, khususnya Rokan Hilir, karena sama-sama berada dipesisir pantai, ternyata anak Rohil memiliki kreativitas sendiri dalam pengembangan seni budaya.
Tarian kajang pesisir yang ditampilkan, ternyata sudah dinanti-nanti masyarakat, dari sore harinya, bahkan kawasan yang biasanya hanya ditempuh berjalan kaki 5 menit, karena ramainya penonton, penari untuk sampai kepentas, memakan waktu lebih dari 30 menit.
Sementara itu, disamping menampilkan tarian, tim kesenian Rohil juga diberi kesempatan melihat semua objek wisata yang ada di Bengkulu, melalui pemanduan Kembang Wisata Tour and Travel, Pekanbaru.
Salah satu tempat yang mereka kagumi, disana ada rumah kediaman Bung Karno pada waktu pengasingan di Bengkulu 1938-1942