Kamis, 30 April 2026 |Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 136
Hari ini
:
7.903
Kemarin
:
22.835
Minggu kemarin
:
169.256
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
26 november 2014 03:17
JIPA Fest Hadirkan 22 Grup Seni Dunia
Yogyakarta, Jogjatrip.com – Jogja Internasional Performing Arts Festival (JIPA Fest) akan digelar kembali dengan mengetengahkan 22 grup tari, teater, dan musik pada 26-30 November 2014 di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tanaga Kependidikan (P4TK) Senidan Budaya, Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman. 22 Grup itu berasal dari Indonesia dan beberapa negara seperti Korea, Singapore, Jepang, Spanyol, Kamboja, Meksiko dan Irlandia.
“JIPA Fest ke 8 kali ini sangat istimewa karena diadakan melalui lelang oleh Dinas Kebudayaan DIY, dan akan menghabiskan biaya Rp 2,4 miliar,” kata Bambang Paningron, Ketua JIPA Fest di hadapan para wartawan di Kotabaru, Senin (24/11).
Menurut Bambang, selama 8 kali diadakan JIPA Fest sudah menghadirkan 80 grup seniman seni pertunjukan dari berbagai belahan dunia, termasuk koreografer muda dari Indonesia. JIPA Fest telah membuktikan eksistensinya sebagai wadah bagi para seniman untuk unjuk kemampuan, saling belajar dan memperluas jejaring sosial. “Peristiwa dua tahunan ini memang selalu menarik untuk diamati,” ujar Bambang.
Acara akan diadakan mulai malam hari ini menampilkan seniman Yukiko Komatsu (Jepang), Danang Pamungkas (Indonesia), Eko Supriyanto (Indonesia), Tai Body Theatre (Taiwan), Dingyi Music Company (Singapore), Naomi Mirian (Jepang), Sekar Kinanti (Indonesia), Sophiline Art Ensemble (Kamboja), Anter (Indonesia), Jae Sirikarn (Thailand), Ajeng Soeleman (Indonesia), Belen Rubira (Spanyol), Gnayaw Puppet (Meksiko), Peter Moran Music Perform (Irlandia), dan Mila Rosinta (Indonesia).
Di tengah kegiatan itu akan digelar Kongres Teater Indonesia yang diikuti wakil-wakil dari berbagai daerah dengan fokus bahasan persoalan teater di Indonesia sekarang ini. Selain itu diadakan juga penulisan kritik seni yang diikuti oleh kalangan perguruan tinggi di antaranya dari ISI Yogya, ISI Bandung, dan UGM. Pemateri adalah FX Mulyadi, Agus, dan Purwadmadi. Para peserta penulisan kritik nantinya diminta menulis kritik tiap pertunjukan yang digelar. *** (Teguh R Asmara)