Kamis, 30 April 2026 |Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 125
Hari ini
:
7.892
Kemarin
:
22.835
Minggu kemarin
:
169.256
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
28 november 2014 06:59
Karnaval Kain Besurek Ramaikan HUT ke-46 Provinsi Bengkulu
Bengkulu - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-46 Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu menggelar Fashion Karnaval yang diikuti tidak kurang dari 5.000 pelajar se Kota Bengkulu.
Uniknya, saat karnaval ini digelar, seluruh peserta mengenakan pakaian berbahan dasar Kain Besurek khas Bengkulu.
Kain Besurek adalah batik yang bermotif kaligrafi bermakna ayat ayat Al Quran dihiasi simbol daerah Bengkulu seperti bunga Rafflesia Arnoldi, gambar bagunan tabot dan beberapa ornmen perlambang budaya dan kekayaan alam Bengkulu.
Karnaval yang dilepas walikota Bengkulu, Helmi Hasan, dimulai dari kawasan Simpang Lima menempuh jarak 3 kilometer menuju kawasan tugu pemantau tsunami atau view tower.
Kepada media, walikota Helmi Hasan mengatakan bahwa karnaval kain besurek ini sebagai bentuk mempertahankan tradisi dan lebih mengenalkan batik Bengkulu sebagai budaya lokal.
"Kegiatan ini akan terus dilaksanakan, selain membudayakan batik besurek juga mendorong berkembangnya industri batik di Bengkulu," ujar Helmi saat melepas karnaval, Selasa (18/11/2014).
Karnaval yang melibatkan para siswa SD hingga SMA ini menampilkan kreasi beragam, salah satunya menampilkan tema bunga rafflesia lengkap dengan ornamen tutup kepala hingga coretan di tubuh peserta.
Zamhari, guru SD Negeri 5 Kota Bengkulu menyatakan, pihak sekolah hanya mendorong siswa untuk lebih kreatif dalam karnaval dan mempersilahkan orangtua siswa mendandani anaknya sebaik mungkin.
"Semuanya bagus dan kreatif, sekolah hanya menghimbau, mereka berdandan dengan modal sendiri," ujar Zamhari.
Ariestiesa, siswi SMP Negeri 8 mengaku gembira bisa ikut karnaval. Sebab selain ikut memeriahkan HUT Provinsi Bengkulu, dia dan puluhan teman sekolahnya bisa berkreasi sendiri.
"Kami dandan sendiri dan menentukan tema yang kami sukai," demikian Ariestiesa.