Kamis, 30 April 2026 |Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 137
Hari ini
:
7.877
Kemarin
:
22.835
Minggu kemarin
:
169.256
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
03 desember 2014 06:33
Soya-Soya dan Bambu Gila Diusulkan menjadi Warisa Dunia
8.125 penari menyuguhkan tarian Soya-soya dalam rangka memeriahkan hari jadi Sultan Ternate, Mudhafar Syah yang ke-76.
Ternate, Malut - Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara mengusulkan Tari Soya-Soya dan atraksi budaya Bambu Gila sebagai warisan budaya dunia yang terdaftar di Unesco (Organisasi PBB dibidang Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan).
Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata Kota Ternate Rinto Thaib mengatakan di Ternate, Sabtu, bahwa kedua jenis kesenian tradisional Ternate tersebut diusulkan menjadi warisan dunia karena dinilai memenuhi kriteria itu.
Ia mengatakan, prinsip dasar yang digunakan Unesco untuk menetapkan suatu kesenian atau atraksi budaya sebagai warisan dunia adalah unik, tidak tergantikan dan penting, yang jika dikaitkan dengan Tari Soya-Soya dan atraksi budaya Bambu Gila ketiga kriteria itu terpenuhi.
Tari Soya-Soya, menurut Rinto Thaib, merupakan tarian yang bisa dimainkan banyak orang yang semuanya laki-laki dengan perlengkapan berupa salawaku (perisai) dan ngana-ngana (sejenis daun pohon enau), sedangkan musik pengiringnya berupa tifa (gendang kecil) dan gong.
Soya-Soya yang selalu di tampilkan untuk penyambutan tamu kehormatan ini menggambarkan semangat kepahlawanan Sultan Babullah ketika berusaha membebaskan jenazah ayahnya Sultan Khairun yang dibunuh pasukan Portugis di Benteng Rostra Sinor Derosario tahun 1857.
Sedangkan atraksi budaya Bambu Gila dimainkan oleh seorang pawang dengan peralatan sepotong bambu yang kemudian dipegang sejumlah orang. Bambu itu seperti memiliki kekuatan magis bergerak sendiri mengikuti asap dupa sang pawang, ujarnya.