Kamis, 30 April 2026 |Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 222
Hari ini
:
9.205
Kemarin
:
22.835
Minggu kemarin
:
169.256
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
17 desember 2014 12:55
Lokakarya Festival Agung Keraton Sedunia, Teguhkan Tekad Tinggikan Budaya
Ahmad Salehudin (berbaju warna biru) bersama pembicara lain (Foto: Pos Kota)
Yogyakarta, Melayuonline.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta telah mengadakan lokakarya Festival Agung Keraton Se-dunia atau The World Royal Heritage Festival (WRHF) di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu dan Minggu (13-14/12) dalam rangka melakukan evaluasi penyelenggaraan WRHF 2013 dan menggali masukan dan opini yang sehat untuk menyusun rencana pagelaran agung yang kedua tahun 2015 itulah
Sebagai kilas balik, Desember 2013, DKI Jakarta pernah mengadakan event internasional yang spektakuler ini. Saat itu festival melibatkan seratus lebih keraton yang ada di Nusantara, mulai dari Aceh, Jawa, Sumatra, Kalimantan, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi, dan sebagainya. Tidak hanya itu, festival ini juga menghadirkan beberapa kerajaan mancanegara, mulai dari kawasan Asia, Afrika, hingga Eropa. Kegiatan penyerta juga diadakan, seperti workshop benda-benda pusaka keraton dan pameran kuliner kerajaan. Semua kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan antusiame luar biasa dari kalangan masyarakat.
Kesuksesan festival ini, baik dari segi penyelenggaraan maupun sebagai destinasi wisata yang mampu menarik banyak minat wisatawan asing dan nusantara membuat Pemerintah DKI Jakarta menegaskan kembali komitmennya untuk mengagendakan kegiatan WRHF ini setiap dua tahun sekali. “Festival keraton ini sudah diagendakan menjadi kegiatan rutin tiap dua tahun, untuk meningkatkan dunia pariwisata Indonesia, khususnya Jakarta,” kata Kepala Disparbud DKI Jakarta Arie Budhiman di hadapan pesrta lokakarya.
Lokakarya yang diikuti oleh ratusan peserta dari perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se- Indonesia, Rektorat, Asosiasi Kerajaan (FSKN, FKIKN, Yarasutra, Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara, dan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat), Stakeholder Kepariwisataan, Dewan Pimpinan Daerah, Mahasiswa dan Pemerhati Budaya, ini menghadirkan narasumber antara lain dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN); Budi Prasetyo, Direktur Seni Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri; Mohammad Wahid Supriadi, Staf Ahli Bidang Ekonomi Sosial dan Budaya Kementerian Luar Negeri.
Nara sumber lainnya adalah Sultan Kasepuhan XIV Cirebon, Yang Mulia PRA Arief Natadiningrat; Yang Mulia Tengku Mohammed Shawal Ibni Alm. Yang Mulia Tengku Abdul Azis, kerabat keluarga Istana Kampong Gelam dari Malay Heritage Centre Singapore; dan Ahmad Salehudin dari Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu Yogyakarta dan Kerajaan Nusantara.com.
Menurut Arie Budhiman format World Royal Heritage Festival nanti akan dibuat lebih menarik dari perhelatan tahun 2013. Akan ada pameran, seminar, workshop, dan kirab agung keraton. Diharapkan peserta acara ini nanti juga akan lebih banyak lagi dan mendapatkan perhatian media lebih luas. Oleh karenanya, pada event ini juga sekalgus diluncurkan logo dan website WRHF sebagai media komunikasi dan publikasi segala aktivitas yang berkaitan dengan festival.
“Mudah-mudahan, sebagaimana tujuan awal, festival ini mampu membangun persahabatan antara kerajaan dan negara di seluruh dunia serta mempromosikan dan melestarikan warisan budaya istana di seluruh Nusantara," harap Arie. ****(Agus Najib Afwan/02/12-2014)