Close
 
Kamis, 30 April 2026   |   Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 502
Hari ini : 10.652
Kemarin : 22.835
Minggu kemarin : 169.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

19 januari 2015 04:01

Pameran Karya Seniman Lintas Negara Eratkan Persahabatan

Pameran Karya Seniman Lintas Negara Eratkan Persahabatan
Ilustrasi

Denpasar, Bali - Sebanyak 38 seniman dari tiga negara yakni Malaysia, Filipina dan Indonesia ikut dalam pameran bersama di Bentara Budaya Bali (BBB) di Ketewel, Kabupaten Gianyar selama seminggu, 17-23 Januari 2014.

"Program kerja sama pameran lintas negara Malaysia, Filipina, Indonesia dan negara Asia lainnya dapat menjalin persahabatan dan sebagai ajang pembanding para seniman mancanegara," kata Koordinator pameran tersebut, Antonius Kho di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, upaya tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya kreativitas penciptaan karya seni lukis dan karya rupa lainnya.

Pameran bersama kali ini menyuguhkan sekitar 50 karya rupa hasil kreasi belasan seniman dari tiga negara, sekaligus kolaborasi antara Art Malaysia, The Arts Prints Alley, Cebu Artist Ink, Wina Gallery, serta Bentara Budaya Bali.

Antonius Kho yang juga ikut dalam pameran tersebut menambahkan, pada hari kedua kegiatan pameran itu, Minggu (18/1) akan digelar diskusi seni rupa.

Tampil sebagai pembicara Martin Wood, seorang pelukis kenamaan asal Malaysia yang juga pendiri dari Martin Wood Art Gallery, Ross Capili, seniman asal Filipina.

"Saya sendiri juga tampil sebagai pembicara mewakili seniman Indonesia," ujar Anthonius Kho.

Dialog tersebut akan mencoba memetakan posisi dunia seni rupa Asia serta makna keberadaaan berbagai program art fair atau art biennial, seperti ArtMalaysia Art Tourism Fair/AATF, Langkawi Art Biennial/LAB 1, Malacca International Art Festival.

Berbagai peristiwa seni rupa tahun 2014 dan 2015 tersebut akan diperbandingkan dengan peristiwa-peristiwa serupa di belahan dunia lainnya.

Selain itu juga membahas kecenderungan karya-karya mutakhir para perupa tiga negara tersebut bila dibandingkan dengan karya-karya kontemporer seniman-seniman dari regional lain, tutur Anthonius Kho.

Sumber: http://www.antaranews.com


Dibaca : 1.556 kali.

Tuliskan komentar Anda !