Close
 
Sabtu, 31 Oktober 2026   |   Ahad, 19 Jum. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 160
Hari ini : 11.469
Kemarin : 35.617
Minggu kemarin : 9.404
Bulan kemarin : 45.610.426
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

18 mei 2015 14:34

Nona Singapura Goyang Boyolali

Yogyakarta, Melayuonline.com - Rangkaian perayaan HUT Kabupaten Boyolali ke-168 tahun 2015 masih berlangsung. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Kabupaten Boyolali tersebut diisi dengan berbagai kesenian berskala internasional. Pada rangkaian acara yang bertema “Boyolali Asean Folklore Festival 2015,” berlangsung mulai tanggal 14/5 - 05/6 mendatang, beragam kesenian ditampilkan mulai dari kesenian lokal, luar daerah, hingga mancanegara.

Pada Minggu malam 17/5, turut tampil kesenian dari beberapa pulau besar di Indonesia, seperti Sulawesi dan Jawa. Bahkan ada juga penampil dari Thailand. Mewakili pulau Sumatera, Tari Melayu Nona Singapura yang dibawakan oleh Sanggar Selendang Delima (SSD), Ikatan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau Kabupaten Karimun Jogjakarta (IPMKR-KKJ), semakin menambah semarak acara tersebut dengan gemulai dan lenggak-lenggok dara-dara Melayu Kepulauan Riau.

Sari salah satu penari mengatakan “Tari Nona Singapura merupakan tarian yang mewakili pulau Sumatera. Tarian ini ditarikan oleh 5 orang mahasiswi Kabupaten Karimun yang menempuh pendidikan di Yogyakarta dan tergabung dalam sanggar Selendang Delime IPMKR-KKJ.”

Selanjutnya juga disampaikan Manager SSD Nova Arsyandi, “kami ke Boyolali atas undangan pihak panitia demi mensukseskan HUT Kabupaten tersebut. Selain penari, diboyong juga pemusik yang berjumlah 6 orang serta penyanyi 2 orang.”

Sanggar Selendang Delime merupakan sanggar yang cukup eksis di Yogyakarta dan sekitarnya. Sanggar ini telah banyak mendapatkan prestasi, serta mengisi acara-acara yang diselenggarakan di daerah Yogyakarta khususnya. Jarak tempuh yang  jauh tidak menyurutkan langkah dan semangat untuk selalu menyuguhkan budaya Melayu di setiap daerah, “kami bangga dapat memperkenalkan kesenian Melayu dan membawa nama Kabupaten Karimun pada kegiatan yang berskala Internasional tersebut”, ungkap Eka, penata tari.

Sebagai duta daerah dari Kabupaten Karimun Kepulauan Riau, sudah sepantasnya kesenian Melayu dijadikan identitas dalam berkarya demi memperkenalkan kebudayaan Melayu di perantauan. ***(Oki Koto)


Dibaca : 2.756 kali.

Tuliskan komentar Anda !