Minggu, 1 November 2026 |Isnain, 20 Jum. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 468
Hari ini
:
14.610
Kemarin
:
33.507
Minggu kemarin
:
51.501
Bulan kemarin
:
11.429.130
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
26 mei 2015 03:56
Indonesia Harus Kembangkan Seni Budaya
Jakarta - Indonesia memiliki potensi seni budaya yang sangat tinggi. Namun, kekayaan dan keragaman potensi seni budaya yang ada belum dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terbukti, hingga kinimasih banyak seniman yang terpaksa hidup secara pas-pasan.
Kondisi tersebut patut disayangkan. Di berbagai negara, seni dan budaya sudah dieksploitasi sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat. Contoh seperti itu antara lain bisa ditemukan di Korea dan India.
Pernyataan itu disampaikan Krisna Mukti,anggota F PKB MPR RI ketika menyampaikan pemikirannyapada acara Seminar Kebangsaan, Kajian Tentang Hubungan Pilar Kebangsaan Dengan Aspek Ketatanegaraan dan Ekonomi, yang berlangsung di Ball room Hotel Aryaduta, Pekan Baru Provinsi Riau, Senin (25/5).
Seminar Kebangsaan hasil kerjasama MPR RI dengan Yayasan Garda BangsaPekanbaru, ini mengetengahkan temaMengokohkan Indonesia Untuk Terwujudnya Rakyat Sejahtera.
Selain Krisna Mukti seminar kebangsaan juga menghadirkan empat pembicara yang lain. YaituLukman Edy, anggota FPKB MPR RI,Yanuar Prihatin,anggota FPKB MPR RI, M. Asril Anas anggota DPD RI dan Abdul Wahid Ketua DPW PKB Provinsi Riau.
Di Korea menurut Krisna Mukti pemerintah sangat mendukung berkembangnya K Pop. Akibatnya kesenian korea itu berkembang sangat pesat hingga ke luar negeri. Bahkan K Pop mampu berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi Korea hingga30 persen. Demikian pula seni budaya di India.
"Banyak wisatawan yang berkunjung ke Korea untuk menyaksikan K Pop secara langsung, dan itu membuat pariwisata Korea berkembang pesat", kata Krisna Mukti menambahkan.
Karena itu menurut Krisna Mukti, ke depan Indonesia harus mengembangkan potensi seni budayanya secara baik. Apalagi, keberadaan seni budaya tidak akan pernah habis, seperti pada pengelolaan gas dan minyak bumi. Terlebihjelang pelaksanaan masyarakat ekonomi Asean akhir 2015 nanti.