Close
 
Jumat, 17 April 2026   |   Sabtu, 29 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 7.075
Hari ini : 105.951
Kemarin : 36.578
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

30 mei 2015 12:47

Erau Tahun Ini Semakin Menarik

Gelar Perahu Naga Internasional Kedua

Tenggarong, Riau -  Upacara Adat Erau disandingkan dengan gelaran International Folk Art Festival (EIFAF) di Tenggarong Kutai Kartanegara (Kukar) pada 6–14 Juni tahun ini bakal lebih menarik.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar Sri Wahyuni mengatakan, delegasi kesenian international Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Art (CIOFF) akan ambil bagian.

Mereka akan memeriahkan kesakralan Upacara Adat Erau yang berlangsung 7 hari di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura atau Museum Mulawarman. Selama tujuh hari, aktivitas seni budaya di luar keraton berlangsung. Mulai lomba permainan dan olahraga tradisional, lomba seni tradisi daerah, kuliner, pameran kerajinan, hingga kegiatan pro lingkungan.

Sementara itu, sebanyak 14 grup folklore (kesenian rakyat) dari mancanegara akan berpartisipasi pada EIFAF, tampil bersama grup kesenian daerah lainnya dari Kukar, kabupaten/kota di Kaltim dan beberapa kesenian daerah dari luar Kaltim.

Sri menerangkan, setiap malam grup folklore mancanegara dan lokal akan tampil di panggung seni yang disebar di beberapa titik kota Tenggarong. "Semuanya dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat tanpa dipungut biaya," ujarnya.

Erau tahun ini juga dimeriahkan Festival Perahu Naga Internasional, bertajuk The 2nd Mahakam International Dragon Boat Festival (MIDBF) 2015, diikuti peserta luar maupun dalam negeri. Tahun ini merupakan kali kedua Kukar sebagai tuan rumah MIDBF, setelah 2014 lalu sukses menggelar event nasional tersebut, sehingga tercatat sebagai anggota International Dragon Boat Federation (IDBF).

Puncak upacara adat Erau, digelar pada 14 Juni di halaman Keraton (Museum Mulawarman) yakni prosesi mengulur naga, siang harinya diikuti prosesi belimbur atau saring siram air.

"Melalui gelaran EIFAF ini, menjadi upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan daerah sebagai warisan budaya leluhur. Sekaligus menyandingkan dengan Internasional Folk Art Festival. Kukar menjadi duta Tanah Air, mewakili bangsa ini mempromosikan pelestarian budaya di kancah dunia," tandasnya.

Sumber: http://www.kaltimpost.co.id


Dibaca : 2.370 kali.

Tuliskan komentar Anda !